HANDBOOK SANTRI ASSALAAM MANADO

BUKU PANDUAN

TATA TERTIB DAN PERATURAN SANTRI

 

IDENTITAS SANTRI

 

  1. Nama lengkap                 : ………………………………………………………………………………………..
  2. Nama Panggilan              : ………………………………………………………………………………………..
  3. Nomor Induk                  : ………………………………………………………………………………………..
  4. Tempat/Tgl. Lahir            : ………………………………………………………………………………………..
  5. Status dalam keluarga     : ………………………………………………………………………………………..
  6. Alamat Lengkap              : ………………………………………………………………………………………..
  7. Kelas & Tingkatan          : ………………………………………………………………………………………..
  8. Nama Orang Tua             : …………………………………………………………………………….. (ayah)

……………………………………………………………………………… (ibu)

  1. Pekerjaan Orang Tua       : …………………………………………………………………………….. (ayah)

: …………………………………………………………………………….. (ibu)

  1. Alamat Orang Tua           : ………………………………………………………………………………………..

: ………………………………………………………………………………………..

  1. No. Telepon                     : ………………………………………………………………………………………..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MUQADDIMAH

Bismillahirrahmanirahim

 

Alhamdulillah, puji dan syukur kehadirat Allah SWT. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah SAW, keluarga, para sahabat dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Alhamdulillah atas izin dan ridha-Nya, kami dapat menyusun Buku Panduan Santri Pondok Pesantren Assalaam Manado.

 

Tujuan penyusunan Buku Panduan ini adalah sebagai buku panduan bagi santri untuk memahami dan mentaati Tata Tertib yang ada di Pondok Pesantren. Buku Panduan ini juga untuk diketahui oleh Orang Tua/wali Santri, Guru, Para Pembina, dan seluruh komponen yang ada di Pondok Pesantren. Selain ini juga sebagai pedoman bagi jajaran dan pengurus pimpinan untuk mengevaluasi setiap program yang dilaksanakan.

Dengan adanya Buku Panduan ini kami sampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah membantu hingga tersusunnya Buku Panduan ini. Semoga Allah SWT menjadikannya sebagai amal sholeh dan memberikan balasan yang berlipat ganda. Kepada Allah SWT jua kita memohon hidayah, taufiq dan barakahNya.

 

 

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

Manado, 24 April 2012

Pondok Pesantren Assalaam Manado

Sulawesi Utara

KH. Ahmad Junaedy, Lc

Pimpinan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SURAT KEPUTUSAN

PONDOK PESANTREN ASSALAAM

MANADO SULAWESI UTARA

Tentang

BUKU TATA TERTIB SANTRI

No. 089/YAM.PPA/SK/IV/2012

 

Dengan mengharap ridha Allah SWT, Pimpinan Pondok Pesantren Assalaam Manado, setelah;

 

Menimbang:

  1. Bahwa Pendidikan, pembentukan dan pengembangan santri akan lebih terarah dan tertangani dengan baik jika adanya Buku Panduan Tata Tertib Santri.
  2. Bahwa prinsipnya penetapan Buku Panduan yang telah memenuhi persyaratan dan telah ditentukan dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 

Mengingat:

Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga Pondok Pesantren Assalaam Manado

 

Memperhatikan;

  1. Hasil Rapat Jajaran pengurus dan pimpinan terkait dengan Rekomendasi Buku Panduan Tata Tertib Santri dari Tim Tata tertib
  2. Mekanisme kerja dalam struktur organisasi pengurus Pondok Pesantren Assalaam

Pertama : Menetapkan Buku Panduann  Tata tertib sebagaimana terlampir dalam SK ini

Kedua   : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan seperlunya.

 

Demikianlah Keputusan ini dikeluarkan untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.

 

Ditetapkan di : Manado

Pada Tanggal : 24 – 04 – 2012

 

Pondok Pesantren Assalaam Manado

Sulawesi Utara

 

 

 

 

KH. AHMAD JUNAEDY, Lc

Pimpinan

 

 

 

 

 

VISI DAN MISI

PONDOK PESANTREN ASSALAAM MANADO

VISI

TERWUJUDNYA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM BERKUALITAS YANG MEMBANGUN GENERASI KHAERU UMMAH

Kami adalah hamba Allah dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab mendidik dan membina putra-putri bangsa menjadi ummat terbaik yang siap menegakkan Kalimat Allah, membangun peradaban Islam menuju masyarakat yang damai, adil dan sejahtera

MISI

MENYELENGGARAKAN PENDIDIKAN YANG BERKUALITAS

YANG BERLANDASKAN IMTAQ, BERWAWASAN IPTEK,  DAN LIFE SKILL

  1. 1.                  Kami adalah tenaga pendidik yang memiliki komitmen yang tinggi untuk memberikan pendidikan terbaik bagi peserta didik, masyarakat dan bangsa melalui

nilai-nilai keislaman dan inti lembaga kami

  1. 2.      Kami bekerjasama dengan orang-orang terbaik, profesional, bertaqwa, berwawasan global dan punya keahlian dibidangnya sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik dan rekan sekerja

 

MEMPERSIAPKAN KADER BANGSA

 YANG  SELALU BERFIKIR, BERDZIKIR DAN BERAMAL

Kami membantu menciptakan generasi muda yang selalu memikirkan agama dan masa depan, generasi yang selalu ingat Sang Maha Pencipta serta generasi tangguh yang siap membawa perubahan bagi diri, bangsa dan masyarakat muslim ke arah kemajuan dan kehidupan yang lebih gemilang di dunia dan akhirat

 

MEMBINA GENERASI BER-AQIDAH BENAR, BERAKHLÂQ-KARIMAH,

GIAT BERIBADAH DAN BERAMAL SHALEH  YANG DISERTAI

DENGAN TAFAQQUH-FIDDIN

Kami membantu menciptakan generasi yang taat kepada Allah dan rasulnya, berakhlaq mulia, tekun beribadah disertai dengan pemahaman terhadap agamanya,  sehingga menjadikan generasi  yang bermanfaat bagi diri, keluarga dan masyarakatnya

MELAKSANAKAN DAN MENGEMBAN DA’WAH ISLAM

Kami adalah pengemban dakwah yang menyakini hanya dengan aktifitas dakwah menuju pola hidup yang Islami, berbudi luhur dan nahi mungkar akan memberikan kelimpahan dan keberkahan

di muka bumi ini untuk mendapat ridha Allah SWT

 

MENJUNJUNG TINGGI NILAI-NILAI MORAL, SPIRITUAL,

MENUJU KESEJAHTERAAN DAN KESELAMATN DUNIA AKHIRAT

  1. 1.      Kesejahtreaan merupakan sesuatu yang selalu kami usahakan, kami menyakini bahwa kelangsungan lembaga pendidikan kami harsu dapat memberikan hasil yang berlimpah dan nilai jual yang seimbang secara material dan spiritual bagi kami
  2. 2.                  Selalu bersyukur dan berbagi adalah sikap kami. Segala usaha yang kami lakukan untuk menciptakan dan berbagai kemakmuran serta kesejahteraan bagi diri dan lingkungan kami

 

USHUL AL-TSAMANIYAH

“8 Dasar-dasar Pesantren Assalaam”

 

QIDAH SHAHIHAH (Beraqidah yang benar)

Kami menjalani kehidupan ini semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Tanpa sekutu sedikitpun bagi-Nya. Senantiasa berusaha keras untuk mentaati perintah-perintah-Nya dan meninggalkan larangan-larangan-Nya sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya. Kami melakukansesuatu dengan niat ikhlas karena Allah.

SALIMAT ARRUHI WAL JASAD (sehat rohani dan jasmani)

  1. Kami percaya bahwa di dalam tubuh sehat terdapat jiwa yang kuat, dan dalam jiwa yang kuat terdapat ketenteraman dan pemikiran yang jernih, dan masing-masing dari kami selalu menjaga kesehatan jiwa dan tubuh karena sehat itu merupakan nikmat Allah SWT yang tak ternilai harganya
  2. Kami adalah pribadi yang selalu menjaga kesehatan, dan bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kami. Dengan kesyukuran kami ini mampu mengerahkan potensi untuk memberikan kontribusi terbaik kami

SHIDDQU FIL QAULI  WAL A’MAL (jujur/benar dalam bertutur dan bertindak)

  1. Kejujuran adalah modal kami dalam mendidik santri-santri kami, karena dengan sifat itulah merupakan alamat keislaman, timbangan keimanan, dasar agama dan juga sebagai tanda kesempurnaan keimamanan seseorang yang senantiasa akan mendatangkan keberkahan dalam hidupnya.
  2. Kami adalah pribadi atau kelompok yang selalu berusaha bersikap jujur dalam hidup kami baik bertutur maupun bertindak. Kami menjunjung tinggi sifat kejujuran yang telah diamanatkan kepada kami

AKHLAQUL KARIMAH (berbudi pekerti)

  1. Kami adalah pribadi, organisasi dan kelompok yang memiliki akhlaq mulia dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan sangat menghargai insan yang berbudi luhur dan ber-etika
  2. Akhlaq merupakan fondasi yang sangat kokoh bagi terciptanya hubungan baik dengan Allah SWT dan hubungan antar sesama manusia dan tertanam dalam jiwa seseorang sehingga manjadi sifat kepribadiannya, maka  masing-masing dari kami akan berusaha menjadi teladan dan contoh bagi diri, keluarga dan masyarakat

LEIN (lemah lembut)

  1. Kami percaya mendidik dengan sikap-sikap lemah lembut akan melahirkan pribadi-pribadi yang santun
  2. Masing-masing dari kami akan bersikap lemah lembut dan menghargai hasil usaha dan kontribusi pihak lain

AHLUL ILMI WAL AMAL  (berilmu dan mengamalkan)

  1. Kami senantiasa meluangkan waktu untuk menambah pengetahuan dan keterampilan agar kami berkembang sehingga mampu mentransfer ilmu dengan baik kepada santri-santri kami, memberi solusi yang tepat pada lembaga dan lingkungan sekitar
  2. Kami adalah pribadi atau kelompok yang selalu berusaha mengamalkan yang kami ketahui sehingga menjadi teladan bagi santri-santri kami dan lingkungan sekitar

AMANAH (dipercaya)

Kami adalah pribadi, organisasi dan kelompok  yang dapat dipercaya. Terdiri dari orang-orang yang amanah, bertanggung jawab dan saling percaya satu sama lain. Kami menjunjung tinggi dan menjaga kepercayaan yang di bebankan kepada kami.

MUKHLIS (berbuat ikhlas)

  1. Kami percaya bahwa keikhlasan kepada Allah merupakan jalan untuk mewujudkan impian-impian kami
  2. Keikhlasan merupakan hakikat dari agama dan kunci sukses dalam mengembang tugas dakwah
  3. Kami adalah pribadi yang senantiasa ikhlas dalam menjalankan tugas-tugas kami, dan kami sangat mengharapkan balasaan dan ridha dari Allah SWT.

 

IKRAR SANTRI

بِسُمِ اللهِ الرَّحْمن الرَّحِيْمِ

أشْهَدُ أتْ لاَ إلَهَ إلاَّ اللهُ وَأشْهَدُ أنَّ مُحُمّدَ رَسُوْلُ اللهِ

رَضِيْتُ بِاللهِ ربًّا، وَبِالإسْــــلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسْوْلاً، وَبِالْقُرْآنِ إمَامًا وَحُكْمًا

  1. Taat kepada Allah dan Rasul-Nya

Loyal to Allah and His Messanggers                                                       طَاعَةُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ

 

  1. Berbakti kepada Orang tua dan guru

Obey to the parents and teachers                                                        بِرُّ الوَالِدَيْنِ والأسَاتِذَةِ

 

  1. Menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi lebih muda

Respect to the olders and kind to the youngers

    . التُّوْقِيْرُ عَلَى الكِبَارِ والرَّحْمَةُ عَلَى الصِّغَار

  1. Rajin belajar dan giat menuntut ilmu

Hard to study and diligent in gaining knowledge

          جُهْدٌ فِى التّعَــلُّمِ وَحِرْصٌ فِ طَلَبِ العِلْمِ

 

  1. Menjaga ketertiban dan kebersihan di asrama, sekolah maupun di masyarakat

Keep the security and clean at the dormitory, school, and public places

المُحَافَظَةُ عَلَى النِّظَامِ والنَّظَافَةُ فِى السَّــكَنِ وَالمَدْرَسَةِ وَالمُجْتَمَعِ

 

  1. Bersikap mandiri, santun, dan berakhlaq mulia

Mature, polite, and distinguished in attitude

 مُعْتَمِدٌ عَلَى النَّفْسِ وَمُتَخَلِّصٌ بِأخْلاَقٍ كَرِيْمٍ

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEGIATAN SANTRI

  1. A.    Jadwal Kegiatan Santri Untuk Harian

NO

WAKTU

AGENDA KEGIATAN

TEMPAT

1 04.00 – 05.00 Bangun Pagi, Shalat Subuh, Membaca Zikir dan Do’a Al-Ma’tsurat, Membaca Al-Qur’an dan Intensifikasi Bahasa Mesjid
2 05.00 – 05.30 Kerja Bakti Lingkungan Pesantren
3 05.30 – 07.00 Mandi, Sarapan, Persiapan Masuk Kelas Asrama
4 07.00 –  12.00 Masuk Kelas, Belajar di Sekolah Ruang Sekolah
5 12.00 – 13.00 Shalat Dhuhur, Istrirahat Mesjid
6 13.00 – 13.45 Masuk Kelas (lanjut belajar) Ruang Sekolah
7 13.45 – 15.00 Istirahat, Makan Siang Asrama
8 15.00 – 15.35 Shalat Ashar, Tadarrus Al-Qur’an Mesjid
9 15.35 – 17.00 Eskul (Olahraga dan Seni) Lapangan, Ruang Eskul
10 17.00 – 18.00 Mandi Sore dan Persiapan Shalat Magrib Asrama
11 18.00 – 18.30 Shalat Magrib Mesjid
12 18.30 – 19.30 Bimbingan Qur’an/Kitab/Ibadah/Bahasa Mesjid dan Kelas
13 19.30 – 20.00 Makan Malam dan Persiapan Belajar Malam Asrama
14 20.00 – 22.00 Belajar Malam/Muraja’ah Ruang Sekolah
15 21.00 – 04.00 Istirahat, Tidur Malam Asrama
  1. B.     Jadwal kegiatan Santri Untuk Mingguan

Waktu

AGENDA KEGIATAN

TEMPAT

Hari

Jam

Ahad, Senin & Selasa

18.30 – 19.10

Bimbingan Baca Tulis Al-Qur’an & Tahfidzu Qur’an Masjid & Sekolah
Rabu & Kamis

18.30 – 19.10

Bimbingan/ Kajian Kitab Masjid
Jum’at

13.30 – 15.00

Latihan Pramuka Lapangan
Jum’at

18.30 – 19.10

Bimbingan Aqidah, Ibadah & Akhlaq Masjid
Sabtu

18.30 – 19.10

Bimbingan Bahasa/ Muhadharah/Latihan pidato 3 bahasa Masjid/Sekolah
Ahad

07.00 – 10.00

Olah raga / Kerja bakti Massal Asrama/Lapangan

TATA TERTIB DAN PERATURAN SANTRI

PONDOK PESANTREN ASSALAAM

MANADO SULAWESI UTARA

BAB I

TUGAS DAN KEWAJIBAN SANTRI

Pasal 1

DISIPLIN 3 B

(BERAQIDAH, BERIBADAH, DAN BERAKHLAQ)

 

  1. Setiap Santri di wajibkan beraqidah (berkeyakinan) dengan benar sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah
  2. Setiap Santri di wajibkan meninggalkan aqidah yang sesat yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah
  3. Setiap Santri di wajibkan meningkatkan pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan sehari-hari
  4. Setiap Santri di wajibkan berakhlaqul Karimah
  5. Setiap Santri di wajibkan menjauhi segala larangan Agama dan ketentuan Pesantren
  6. Setiap santri wajib menghormati orang tua, guru/karyawan, pembina, Pimpinan Pesantren, dan masyarakat di mana saja berada
  7. Setiap Santri di wajibkan hormat menghormati dan tolong menolong dalam kebaikan.
  8. Setiap Santri di wajibkan menjaga nama baik Pesantren dan orangtua dimana pun berada
  9. Setiap Santri di wajibkan mengindahkan dan mengamalkan setiap nasehat, petunjuk, tuntunan dan perintah yang diberikan oleh orang tua, guru/karyawan dan Pembina
  10. Setiap Santri di wajibkan bertingkah laku baik, sopan, hormat dan berbicara santun kepada setiap orang.
  11. Setiap santri dianjurkan berinfaq sesuai kemampuan
  12. Setiap Santri di wajibkan melaksanakan shalat lima waktu dengan berjamaah tepat pada waktunya dan di laksanakan di masjid
  13. Setiap Santri di wajibkan menghormati ustadz/ustadzah, para pembina, dewan guru, pegawai, dan keluarga besar pondok, serta berlaku sopan kepada sesama
  14. Setiap Santri di wajibkan menghargai dan tolong-menolong dalam kebaikan
  15. Setiap Santri di wajibkan memelihara dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah
  16. Setiap santri di haruskan meninggalkan aktivitas apapun pada saat adzan dikumandangkan
  17. Setiap santri di haruskan menjaga ketertiban, kebersihan dan kekhusyukan beribadah
  18. Setiap santri putri yang berhalangan shalat karena haid
  19. Setiap santri  diharuskan memakai pakaian shalat yang sudah ditentukan:
  20. Putra : Baju Kameja/koko/gamis, sarung dan peci/kopiah putih
  21. Putri : Mukena
  22. Setiap santri diharuskan berada di masjid 10 menit adzan dikumandangkan
  23. Setiap santri diharuskan melaksanakan shalat tarawih 10 Awal pada Bulan Ramadhan dengan berjamaah di masjid
  24. Setiap santri dianjurkan Qiyamullail (Shalat Tahajjud) sepekan sekali
  25. Setiap santri dianjurkan melaksanakan shalat Dhuha
  26. Setiap santri diharuskan berdzikir, berdo’a dan membaca Al-Qur’an setiap selesai shalat fardhu dan melakukan shalat Sunnah Rawatib setiap sebelum dan sesudah shalat Fardlu.
  27. Setiap santri dianjurkan melaksanakan puasa sunnah Senin dan Kamis atau hari-hari lain yang disunnatkan.
  28. Setiap santri dianjurkan memberi salam apabila masuk kamar, kelas dan bertemu maupun berpisah sesama muslim
  29. Setiap santri diharuskan membantu meringankan penderitaan sesama santri yang sakit/ terkena musibah dengan pendalangan dana
  30. Setiap santri diharuskan berlaku amanah (dipercaya) atas milik orang lain dan hak milik Pesantren
  31. Setiap santri diharuskan mengembalikan pinjamaan sesuai dengan batas waktu yang ditentukan, dan apabila rusak atau hilang harus menggantinya

 

 

Pasal 2

DISIPLIN PBM

(PROSES BELAJAR MENGAJAR)

  1. A.           Di Sekolah
    1. Setiap santri diharuskan mengikuti PBM dilaksanakan mulai pukul 07.00 s/d 13.45
    2. Setiap santri wajib membawa buku-buku pelajaran, catatan dan perangkat selama PBM
    3. Setiap santri harus membayar uang syahriyah (bulanan) dan keuangan yang lain yang ditetapkan oleh Pesantren tepat pada waktunya
    4. Setiap santri diharuskan sudah berada di dalam kelas 5 (sepuluh) menit sebelum pelajaran dimulai
    5. Setiap santri dilarang meningalkan kelas tanpa izin saat jam pelajaran berangsung.
    6. Apabila 10 menit setelah bel masuk, guru belum datang di kelas, ketua kelas/piket kelas di haruskan melapor ke piket guru.
    7. Setiap santri dilarang makan atau minum di dalam kelas
    8. Setiap santri dilarang keluar kelas waktu pergantian jam pelajaran
    9. Setiap santri harus mewujudkan dan memelihara kebersihan, kesehatan, keindahan, keamanan, dan ketertiban di dalam kelas
    10. Setiap santri diharuskan pada setiap akhir pelajaran, mengemasi dan merapikan perlengkapan belajar dan membaca doa manfaat ilmu dan penutup majelis yang dipimpin oleh Ketua kelas
    11. Santri diharuskan berpakaian sopan, rapih, sederhana dan dan menutup aurat baik di dalam maupun di luar Pondok.
    12. Selama mengikuti PBM semua santri wajib memakai sepatu dan kaos kaki berwarna hitam
    13. Selama mengikuti PBM semua santri harus berpakaian seragam dengan atributnya sesuai dengan ketentuan sebagai berikut:
      1. Senin & Selasa :

Putra: Kemeja putih dan Celana Biru

Putri : Baju putih,  Rok dan Kerudung/jilbab biru (MTs)

Baju putih, Rok  dan kerudung/Jilbab abu-abu (MA/SMK)

  1. Rabu & Kamis

Putra : Kameja batik dan celana putih

Putri : Baju Batik, Kerudung dan Rok putih

  1. Jum’at

Putra : Baju Koko, peci dan celana putih

Putri : Gamis/Jubah biru muda dan Kerudung/Jilbab hitam (MTs)

Gamis/Jubah abu-abu dan Kerudung/Jilbab hitam (MA/SMK)

  1. Sabtu

Putra & Putri Seragam Pramuka dan atributnya

  1. Seragam olah raga pada jam PENJAS
  2. Setiap santri putra wajib memakai celana berukuran standar dengan kaki celana minimal 18 cm
  3. Setiap santri putrid wajib memakai baju seragam yang longgar, tidak transparan dan panjang sampai lutut serta mengen akan kerudung yang menutup dada (panjang)
  4. Setiap santri putra diharuskan berambut pendek, rapi dan sopan
  5. Setiap santri diharuskan berpakaian bersih, rapi dan sopan sesuai dengan ketentuan Pondok dan ajaran Islam
  6. Setiap santri mengenakan pakaian (celana/rok) hingga menyentuh tanah
  7. Setiap santri diharuskan memakai kerudung polos dan berlogo, lebar, panjang dan tidak transparan
  8. Setiap santri diharuskan meminta izin jika tidak mengikuti Proses Belajar mengajar (PBM) dengan ketentuan:
    1. Izin Karena Sakit :

i.      Santri Pulang-Pergi (non Asrama): membuat surat izin yang ditanda tangani oleh orangtua/wali

ii.      Santri asrama : membuat surat izin yang ditandatangani oleh Pembina asrama/kepala asrama dan rujukan dari UKS

iii.      Santri yang sakit lebih dari 3 hari harus membawa Surat Keterangan dokter/instansi dimana dia berobat

  1. Izin selain sakit:

i.      Membuat surat izin yang ditandatangani orang tua/wali dengan menyatakan alasan yang jelas dan berlaku hanya untuk 1 hari.

ii.      Membuat surat izin yang ditandatangani lembaga terkait (jika berhubungan dengan lembaga lain) selama waktu tertentu.

 

  1. B.  Di Masjid
    1. Setiap santri diharuskan mengikuti tadarrus Al-Quran setiap selesai shalat shubuh, dan shalat ashar berjamaah di Mesjid pada Waktu dan tempat yang ditentukan dengan memperhatikan etikanya.
    2. Setiap santri diharuskan memelihara dan memiliki Musshaf Al-Quran, Buku doa-doa al-Ma’tsurat dan kitab-kitab lainnya yang ditentukan oleh Pesantren
    3. Setiap santri ditekankan membaca Al-Qur’an minimal satu juz dalam seminggu
    4. Setiap santri diwajib menghafal Al Qur’an minimal 1 juz
    5. Setiap santri diharuskan mengikuti kegiatan bimbingan Tahsinul Qur’an yang telah dijadwalkan oleh Pondok
    6. Setiap santri diharuskan mengikuti setiap kegiatan yang dilakukan di dalam mesjid, meskipun berhalangan (haid) bagi santri putri/serambi dan tetap berada di dalam masjid/serambi di belakang masjid
    7. Setiap santri diharuskan mengikuti kegiatan Ta’lim Kitab, bimbingan Ibadah dan bahasa yang telah dijadwalkan oleh Pondok
    8. Setiap santri diharuskan memiliki Kitab-kitab Ta’lim dan Kitab bimbingan bacaan Al-Qur’an (Tajwid) yang telah ditentukan oleh pondok

 


 

Pasal 3

DISIPLIN BERLIAN

(BERSIH LINGKUNGAN & KEAMANAN)

 

  1. Setiap santri diharuskan menjaga kebersihan:
    1. diri dan pakaian
    2. alat-alat belajar,
    3. kelas, gedung sekolah, mesjid, asrama dan sekitarnya
    4. Setiap santri diharuskan menjemur pakaian ditempat yang telah disediakan dengan tertib.
    5. Setiap santri diharuskan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan
    6. Setiap santri menyimpan barang-barang miliknya dengan rapi
    7. Setiap santri diharuskan mengikuti kegiatan kerja bakti kebersihan yang dilakukan secara berkala
    8. Setiap santri diharuskan menjaga kesehatan masing-masing dengan memperhatikan makan, minum dan olahraga yang dapat menunjang kesehatan
    9. Setiap santri ditekankan membuang sampah pada tempatnya
    10. Setiap santri diharuskan meletakan pakaian kotor dan handuk pada tempatnya.
    11. Setiap santri diharuskan menjaga kebersihan, kerapian, ketertiban, keindahan, kenyamanan dan keamanan asrama dan lingkungan sekolah
    12. Setiap santri bila merasa kesehatan terganggu segera memeriksakan diri.
    13. Setiap santri diwajibkan :
      1. Keluar masuk Pesantren melalui pintu yang ditentukan.
      2. Menunjukan surat izin dari Pembina/Keapala asrama atau yang ditunjuk untuk itu, jika keluar Pesantren
      3. Kembali tepat waktu sesuai dengan izin
      4. Setiap santri diharuskan :
        1. Ikut bertangung jawab atas kegiatan Pesantren
        2. Melaporkan hal-hal yang sepatutnya diduga dapat menimbulkan gangguan keamanan.
        3. Melapor kepada bagian keamanan/Pembina asrama bila merasa kehilangan atau menemukan barang milik orang lain.
        4. Membudayakan tertib / antri dalam setiap pelayanan.

Pasal 4

DISIPLIN ESKUL

(EKSTRAKURIKULER)

 

  1. a.    Organisasi Pelajar Pesantren Assalaam (OPPA)
    1. Setiap santri diharuskan menjadi anggota Organisasi Pelajar Pesantren Assalaam (OPPA)
    2. Setiap santri diharuskan menjadi pengurus jika terpilih
    3. Setiap santri diharuskan mentaati segala ketentuan pengurus OPPA
    4. Setiap santri diharuskan mengikuti kegiatan OPPA
    5. Setiap santri dilarang membuat organisasi lain kecuali dengan seizin Pondok

 

  1. b.   Ke-Pramuka-an
    1. Setiap santri diwajibkan menjadi anggota kepramukaan
    2. Setiap santri diwajibkan melengkapi atribut dan perlengkapan kepramukaan
    3. Setiap santri diwajibkan mengikuti semua kegiatan kepramukaan
    4. Setiap santri diwajibkan mentaati semua peraturan kepramukaan
    5. Setiap santri dilarang mengikuti kegiatan kepramukaan atau sejenisnya diluar Pondok kecuali dengan izin Pondok

 

  1. c.    Olah raga dan Seni
    1. Setiap santri diharuskan menjaga dan merawat serta memelihara perlengkapan olahraga dan seni/ekstra kurikuler
    2. Setiap santri diharuskan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang telah ditetapkan oleh Pesantren
    3. Setiap santri dianjurkan mengikuti grup bakat sesuai dengan bakatnya
    4. Setiap santri dilarang mengadakan kegiatan ekstra kurikuler diluar tempat dan waktu yang ditentukan
    5. Setiap santri dilarang mengikuti kegiatan diluar kecuali dengan izin Pesantren
    6. Setiap santri dilarang menampilkan segala bentuk kegiatan yang tidak sesuai dengan ketentuan Pesantren dan syariat Islam
    7. Setiap santri diharuskan berolah raga dengan pakaian olah raga yang sesuai dengan ketentuan Pesantren dan syariat Islam
    8. Setiap santri diharuskan mengikuti pelajaran dan praktek olahraga dan seni yang telah ditentukan
    9. Setiap santri yang tidak mengikuti kegiatan olah raga/seni diharuskan melapor kepada guru pembimbingnya
    10. d.    Bimbingan Bahasa
      1. Setiap santri diharuskan berkomunikasi dengan bahasa yang baik dan benar.
      2. Setiap santri diharuskan berbahasa Arab dan Inggris pada waktu yang telah ditentukan.
      3. Setiap santri diharuskan mengikuti kegiatan Tazwidul Lughah (Kursus Bahasa) dan bimbingan Bahasa yang telah ditetapkan
      4. Setiap santri dilarang meninggalkan tempat kegiatan sebelum kegiatan selesai
      5. Setiap santri dilarang melecehkan santri lain yang ingin aktif menggunakan bahasa
      6. Setiap santri diharuskan mengikuti kultum/pidato dengan berbahasa Indonesia, Arab dan Inggris

 

  1. e.     Muraja’ah (Belajar malam) dan Kegiatan Tambahan
    1. Setiap santri diwajibkan mengikuti kegiatan muhadharah.
    2. Setiap santri yang bertugas sebagai pembicara diharuskan membuat persiapan dan mengkonsultasikan kepada Pembimbing.
    3. Setiap santri diharuskan berada di tempat muhadharah 5 menit sebelum acara dimulai.
    4. Setiap santri yang tidak mengikuti muhadharah harus mendapatkan surat izin sebelumnya dari bagian Pendidikan.
    5. Setiap santri diharuskan mengikuti muraja’ah/belajar malam di kelasnya masing-masing mulai jam 08.00 hingga jama 10.00 malam
    6. Setiap santri diharuskan menyelsaikan tugas-tugas sekolah waktu kegiatan muraja’ah
    7. Setiap santri harus menjaga kebersihan di tempatnya masing
    8. Setiap santri yang tidak mengikuti muraja’ah harus mendapatkan surat izin dari Kepala Asrama dan Pembina asrama

 

 

Pasal 5

DISIPLIN AS-LING

(ASRAMA & LINGKUNGAN PONDOK)

 

  1. Setiap santri wajib mentaati peraturan yang berlaku di asrama
  2. Setiap santri diwajibkan tinggal di asrama selama belajar di Pesantren
  3. Setiap santri diharuskan tidur malam selambat-lambatnya pada jam 22.00 WIB di kamar masing-masing.
  4. Setiap santri harus bangun 30 menit sebelum masuk waktu shalat shubuh.
  5. Setiap santri diharuskan berdoa sebelum dan sesudah tidur dan makan
  6. Setiap santri diharuskan makan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan oleh Pondok dengan memperhatikan etika
  7. Setiap santri harus memiliki peralatan tidur berupa kasur, sprei, bantal dll
  8. Setiap santri harus memiliki peralatan makan dan minum
  9. Setiap santri diharuskan memiliki dan merawat peralatan makan dan tidurnya
  10. Setiap santri tidur di kamar dan tempat tidurnya masing-masing
  11. Setiap santri diharuskan tidur dengan memakai pakaian yang aman dari kemungkinan terbukanya aurat
  12. Setiap santri dilarang melakukan perbuatan yang dapat mengganggu orang lain yang sedang tidur
  13. Setiap santri diharuskan mencuci peralatan makan dan minum sesudah makan
  14. Setiap santri diharuskan menghemat air pada saat mandi dan cuci piring
  15. Setiap santri diharuskan memiliki dan membawa peralatan mandi masing-masing
  16. Setiap santri dilarang berbicara saat berada didalam WC kecuali karena alasan yang syar’i
  17. Setiap santri menuju dan kembali dari kamar mandi dengan pakaian lengkap yang menutup aurat
  18. Setiap santri diharuskan memakai kamar mandi/WC yang telah ditentukan oleh asrama
  19. Setiap santri dibolehkan memanfaatkan pesawat televisi, dengan ketentuan:
    1. hari Sabtu/malam hari libur pukul 16.00 s.d. 17.00 dan  pukul 20.00 s.d 23.00 malam
    2. hari Ahad/libur  pukul 08.00 s.d. 12.00 dan pukul 13.00 s.d 17.00
    3. Setiap santri putra tidak diperkenankan memakai celana pendek (diatas lutut) keluar kamar dan asrama
    4. Setiap santri dilarang membawa pakaian melebihi ketentuan Pondok.
    5. Setiap santri diharuskan berpakaian sesuai dengan ketentuan Pondok dan syari’at Islam
    6. Setiap santri diharuskan memberi nama pada semua pakaian atau barang yang dimilik
    7. Setiap santri wajib menjaga kebersihan kamar dan lingkungan asrama
    8. Setiap santri wajib menjemur perealatan tidur minimal 1 x dalam seminggu
    9. Setiap santri putrid wajib membuang pembalut wanitadalam keadaan terbungkus rapat
    10. Setiap santri melapor kepada pembina atau kepala asrama jika ada tamu atau orang lain berada di dalam asrama
    11. Setiap santri wajib melaksanakan piket sesuai jadwal yang telah ditentukan
    12. Setiap santri mengatur dan menjaga serta memelihara lemari, kasur, rak sepatu sesuai dengan ketentuan asrama
    13. Setiap santri diharuskan menjaga ketenangan asrama dengan tidak membuat kegaduhan atau tindakan lainnya yang dapat mengganggu santri lainnya
    14. Setiap santri diharuskan mematikan lampu, peralatan listrik, kran air dan mengunci kamar jika hendak meninggalkan ruangan atau kamar
    15. Santri wajib meminta izin kepada para Pembina dan Kepala Asrama apabila hendak keluar lingkungan Pesantren untuk jangka waktu tertentu (bukan kepulangan)
    16. Santri wajib meminta izin kepada Pembina dan Kepala Asrama apabila hendak pulang karena kondisi yang bersifat incidental, dengan ketentuan :
      1. Orang tua/wali santri terlebih dahulu mengajukan permohonan izin tertulis kepada Kepala Madrasah Sekolah minimal dua hari sebelumnya.
      2. Bila keperluan keluar karena tugas Pesantren/sekolah santri diharuskan menunjukkan surat keterangan dari Kepala Sekolah/Pimpinan Pesantren yang menerangkan perihal tersebut kepada Kepala Asrama
      3. Setiap santri diharuskan meminta izin jika hendak keluar asrama dengan ketentuan:
        1. Izin Karena Sakit :

i.      Setiap santri membuat surat izin yang ditandatangani oleh pembina asrama/kepala asrama dan rujukan dari UKS

ii.      Setiap santri yang sakit lebih dari 3 hari harus membawa Surat Keterangan dokter/instansi dimana dia berobat

  1. Izin selain sakit:

i.      Membuat surat izin yang ditandatangani orang tua/wali dengan menyatakan alasan yang jelas dan berlaku hanya untuk 1 hari.

ii.      Membuat surat izin yang ditandatangani lembaga terkait (jika berhubungan dengan lembaga lain) selama waktu tertentu.

  1. Perizinan keluar pondok pada hari Sabtu siang jam 14.00 WIB hingga Ahad jam 17.00 WIB dengan ketentuan :
    1. Izin keluar asrama harus melalui Pembina asrama dan Kepala Asrama
    2. Izin pulang harus melalui Pembina Asrama dan Kepala asrama dan harus dijemput oleh orang tua/wali
    3. Waktu minta izin keluar dan pulang minimal satu hari sebelum keluar atau kepulangan
    4. Setiap santri wajib memakai pakaian Islami dan ketentuan Pesantren ketika hendak keluar lingkungan pondok
    5. Setiap santri dianjurkan menggunakan Hand Phone (HP) milik Pesantren jika ingin menghubungi Orang tua/wali
    6. Pada waktu pulang liburan, setiap santri dijemput/diantar oleh orang tua/wali
    7. Setiap santri yang berada di asrama pada masa liburan harus memberitahukan kepada Kepala Asrama dan wajib mematuhi tata tertib
    8. Setiap santri wajib menunaikan tugas yang diberikan Pesantren selama liburan
    9. Setiap santri wajib mengamalkan ilmu dan menjaga nama baik Pesantren selama masa liburan
    10. Setiap santri wajib lapor saat kepulangan liburan
    11. Setiap santri wajib mengikuti acara / kegiatan yang ditetapkan oleh pesantren dengan tanggung jawab penuh.
    12. Setiap santri wajib menjaga keamanan harta milik semua penghuni dan milik asrama.
    13. Setiap santri diwajibkan membayar uang Pemondokan
    14. Setiap santri menerima tamu hanya pada jam tertentu dan tempat yang ditentukan (ruang tamu)
    15.  Setiap santri harus mengatur tempat / ruang tidur, kamar makan, kamar mandi, WC, dan lingkungan sekitar serta menjaga kebersihannya.
    16. Setiap santri hanya diperkenankan menyimpan uang saku di asrama lebih dari Rp. 20.000,-

 

 


 

BAB III

LARANGAN-LARANGAN UNTUK SANTRI

 

Pasal 14

Pelanggaran Berat (PB)

 

Setiap santri dilarang :

  1. Melakukan tindakan yang mengarah kepada perbuatan asusila yang bertentangan dengan moral etika, agama, hukum/peraturan yang berlaku
  2. Mencuri, menipu, menggelapkan dan melakukan kejahatan lain yang sejenisnya
  3. Menonton, membaca, menyimpan, dan mengedarkan barang-barang yang berbau pornografi
  4. Mengambil barang / uang milik orang lain
  5. Menyalahgunakan barang, peralatan, uang, dokumen atau surat berharga milik Pesantren dan membawanya keluar dari pesantren tanpa seizin Pimpinan Pondok atau yang berwenang.
  6. Menyimpan, membawa dan menghisap rokok.
  7. Makan dan minum sesuatu yang memabukkan
  8. Membawa dan memakai barang terlarang seperti : senjata tajam, buku / majalah / gambar porno dan alat-alat asusila.
  9. Membawa barang terlarang seperti : ganja, Narkotika, Minuman Keras dan sejenisnya
  10. Menolak dan melawan perintah yang wajar dari Pimpinan Pesantren, para Pembina, guru dan Pengurus Organisasi Pelajar.
  11. Membawa atau memiliki alat-alat elekronik berupa radio, walkman, tape recorder, TV, MP3, MP4, MP5, Ipod, gamewacth, PS, dan barang elektronik atau permainan yang tidak Islami lainnya
  12. Membawa dan menggunakan Hand Phone (HP)
  13. Membawa, memakai dan menyimpan TV, Laptop, Notebook, Komputer, MP4 dan Radio di dalam asrama
  14. Melakukan perbuatan yang mengarah pada perjudian atau kemusyrikan dalam bentuk apapun
  15. Melakukan penyidangan gelap maupun terbuka dengan segala bentuk ancaman yang diikuti kekerasan
  16. Membuat dan atau mengikuti kelompok-kelompok gank, perkelahian dan perbuatan sewenang-wenang lainnya
  17. Mengintimidasi yang melakukan segala bentuk kerja sama dalam kejahatan
  18. Mengintip dan mengganggu kenyamanan santri yang lain
  19. Mengadakan pesta ulang tahun dan perayaan yang tidak Islami
  20. Berpacaran dan menjadikan adik/kakak kelasnya sebagai “ADIK KES” atau “KAK KES”
  21. mengadakan pertemuan putra dan putri seperti rapat, dan sejenisnya kecuali dengan di dampingi oleh guru atau pembina
  22. Bergaul bebas, berhubungan dengan lawan jenis melalui surat-menyurat, sms, telepon, chating atau sarana komunikasi yang lain atau berkirim barang atau perbuatan yang sejenisnya yang tidak dibenarkan Pesantren
  23. Memasuki tempat-tempat yang mengandung maksiat, diantaranya gedung bioskop, night club, bilyard, video game, play station dan sejenisnya
  24. Berunjuk rasa dalam bentuk apapun terhadap Pondok Pesantren
  25. Menghina, dan mengancam kepada guru/karyawan, Pembina, atau Pimpinan Pondok baik berupa tulisan, isyarat, gerak-gerik maupun dengan cara lain.
  26. Bersuara keras /berteriak-teriak, memaki, berbicara kotor, membuat gaduh, menghina, menghadap remeh dan perbuatan lainnyanyang tidak Islami atau tidak sesuai dengan ketentuan Pesantren
  27. Menampakkan dan memamerkan auratnya, seperti: buka jilbab di luar asrama
  28. Menganiaya, menghina, menghasud, mengancam kepada sesama santri,
  29. Memalsukan tanda tangan orangtua/wali
  30. Merusak fasilitas pesantren dan sekolah
  31. Mengejek/menghina Pembina, security, guru/karyawan dengan cara apapun
  32. Memanfaatkan dan menjual barang-barang temuan
  33. Mencuri dan bekerjasama dalam tindakan pencurian

 

Pasal 2

Pelanggaran Sedang (PS)

Setiap santri dilarang :

  1. Mewarnai rambut
  2. Bergurau, gaduh maupun melakukan perbuatan sejenisnya di masjid, kelas dan majlis yang lain
  3. Menyalahgunakan uang syahriyah (bulanan) dalam bentuk apapun.
  4. Berpakaian yang bergambar atau bertulis yang tidak bernafaskan Islam.
  5. Mengadakan kegiatan Rihlah (Perjalanan rekreasi), jogging, camping, seminar, tablig akbar, temu akrab tanpa se- izin Pesantren
  6. Memakai celana panjang, babydol keluar asrama
  7. Makan di dalam kamar
  8. Menggunakan fasilitas kamar lain tanpa seizin pembina atau kepala asrama
  9. Menerima tamu/orang lain di dalam asrama kecuali dengan izin kepala pembina atau kepala asrama
  10. Berkelahi atau bertengkar dengan alasan apapun dan dalam bentuk apapun
  11. Memakai pakaian yang ketat, transparan, sempit, pendek yang tidak layak dipakai di asrama maupun di luar asrama
  12. Membawa dan memakai pakaian yang tidak sesuai dengan ketentuan pondok dan agama, berupa, celana atau baju jeans, celana bersaku lebar, celana kaki botol, celana tampal dan sejenisnya
  13. Berkuku panjang, memakai cutex pada kuku dan bertato
  14. Memakai pakaian perempuan/menyerupai perempuan bagi santri putra
  15. Memakai pakaian laki-laki / menyerupai laki-laki bagi santri putri
  16. Berambut pendek (cepak) dan menyerupai laki-laki bagi santri putri
  17. Membawa, memiliki, menyimpan, menggunakan barang-barang yang tidak di benarkan oleh Pesantren dan Agama
  18. Menggunakan peralatan listrik dan air melebihi ketentuan pondok
  19. Memakai perhiasan yang berlebihan bagi santri putri
  20. Memakai gelang, anting, cincing yang dapat memyerupai perhiasan wanita bagi santri putra
  21. Mengikuti kegiatan olahraga dan seni di luar lingkungan Pondok.
  22. Menulis, mencoret dinding kamar, kelas, ranjang, almari, pintu, tembok, meja, bangku, toilet, kamar mandi dan fasilitas lainnya
  23. Membuat kegaduhan selama kegiatan muraja’ah berlangsung
  24. Melantunkan nyanyian yang tidak bemafaskan Islam.
  25. Mengganggu tanaman dan memetik buah-buahan dilingkungan Pondok
  26. Masuk/duduk di kantin pada jam PBM berlangsung
  27. Berada di asrama selama ada kegiatan PBM  dan kegiatan Pesantren di sekolah maupun di mesjid
  28. Membuang nasi dan lauk di sembarang tempat
  29. Buang air kecil atau besar di sembarang tempat
  30. Meninggalkan program asrama
  31. Menjual dan memeperdagangkan barang-barang berupa apapun didalam pondok, mengedarkan daftar sokongan, menempelkan atau mengedarkan poster yang tidak ada hubungannnya dengan kegiatan belajar mengajar tanpa izin Pimpinan Pesantren
  32. Menghilangkan buku prizinan
  33. Menambah waktu perizinan
  34. Membuang pembalut wanita ke dalam kloset atau saluran pembuangan air bagi santri putrid
  35. Membuat seragam tertentu tanpa seizin pimpinan pesantren
  36. Menyimpan uang tunai melebihi batas ketentuan Pondok. (Rp. 20.000 ke atas)
  37. Mengganggu ketenangan suasana istirahat dan tidur

Pasal 2

Pelanggaran Ringan (PR)

Setiap santri dilarang :

  1. Berambut panjang
  2. Meletakkan tas, sepatu disembarang tempat.
  3. Memakai pakaian yang tidak sesuai dengan ketentuan pesantren
  4. Terlambat pada setiap kegiatan sekolah dan pesantren
  5. Melanggar peraturan ibadah
  6. Makan dan minum serta membawa makanan di dalam kelas dan mesjid
  7. Makan danm minum sambil berjalan dan berdiri
  8. Memakai sepatu tanpa memakai kaos kaki
  9. Memakai kaos kaki pendek atau tidak sesuai dengan ketentuan pesantren
  10. Menempelkan pengumuman atau sejenisnya selain di papan pengumuman yang telah disediakan
  11. Meninggalkan buku pelajaran atau alat-alat sekolah di sembarang tempat
  12. Memakai sepatu dengan melipat bagian belakangnya
  13. Mengunakan buku catatan yang bergambar dan bertuliskan tidak sopan serta memuat coretan pada buku pelajaran.
  14. Tukar menukar pakaian
  15. Pinjam meminjam peralatan makan dan tidur
  16. Memakai/memiliki hak orang lain tanpa seizin pemiliknya
  17. Menempel hiasan atau poster yang tidak Islami dan tidak ada kaitannya dengan pesantren
  18. Setiap santri dilarang mencuci alat-alat makan dan minum di bak mandi/kamar mandi/WC
  19. Santri dilarang berpindah kamar tanpa seizin pembina atau kepala asrama
  20. Membawa lemari dan perlengkapan lainnya di luar ketentuan pondok
  21. Memakai kaos kaki waktu keluar asrama
  22. Memakai perhiasan berlebihan dan mewah serta aksesoris metal
  23. Mengambil lauk melebihi dari haknya
  24. Tidur setelah shalat shubuh dan ashar
  25. Memanggil orang lain dengan suara keras dan kasar (berteriak)
  26. Shalat berjama’ah tanpa memakai peci, kain sarung dan baju koko
  27. Memakai baju lengan pendek dan celana pendek ketika shalat di mesjid
  28. Memakai baju lengan pendek dan celana pendek bagi santri putri ketika shalat di masjid dan ketika berada di ruang makan
  29. Meninggalkan shaf pada waktu zikir dan shalat berjamaah di mesjid
  30. Memakai celana pendek ketat selutut saat keluar kamar dan asrama
  31. Membiarkan pakaian jatuh dari jemuran selama 1×24 jam
  32. Mengakses internet di WARNET tanpa seizing pesantren
  33. Membuang sampah atau meludah disembarang tempat

 

BAB IV

Sanksi/Hukuman

 

Pasal 1

Pelanggaran Berat (PB)

  1. Satu kali melakukan pelanggaran berat, maka:
    1. Diwajibkan Menghafal surah Al-Qur`an yang telah ditentukan oleh Kepala Asrama atau Kabid Ubudiyah dan Ta’lim. Selama hafalan belum disetorkan kepada pembina yang ditunjuk, maka yang bersangkutan tidak diizinkan mengikuti segala kegiatan PBM di pesantren
    2. Mengisi surat perjanjian yang ditandatangani oleh yang bersangkutan, Pembina asrama, wali kelas, Kepala Sekolah, orangtua/wali, Kepala Asrama atau Wakil Bid. Kesantrian
    3. Memakai jilbab kontras (merah) bagi santriwati selama seminggu
    4. Dua kali melakukan pelanggaran berat, maka:
      1. Yang bersangkutan discorsing (dibawa pulang oleh orangtua/wali) selama seminggu
      2. Mengisi surat perjanjian yang ditandatangani oleh yang bersangkutan, Pembina asrama, wali kelas, Kepala Sekolah, orangtua/wali, atau Kepala Asrama.
      3. Memakai jilbab kontras (Merah) bagi santriwati selama 2 minggu
      4. Tiga kali melakukan Pelanggaran Berat, maka dikeluarkan dari Pesantren
      5. Dilakukan penyitaan  bagi yang memiliki dan menggunakan barang, alat-alat komunikasi maupun elektronik yang dilarang oleh pesantren

Pasal 1

Pelanggaran Sedang (PS)

Setiap santri yang melanggar tata tertib ini dikenakan sanksi, sebagai berikut:

  1. Satu kali melakukan pelanggaran sedang, maka meminta tanda tangan Pembina, Kepala Asrama, Wakil Pengasuh Bidang Kesantrian & Kepondokan yang diketahui oleh Pimpinan Pesantren
  2. Dua kali melakukan pelanggaran Sedang, maka akan dikenakana sanksi dengan opsi:
    1. Menghafal atau Menulis surat-surat Al Qur’an atau hadist yang telah ditentukan.
    2. Menulis dan menghafalkan mufradat sebanyak 40 kata (Arab/Inggris)
    3. Beristighfar sebanyak 100 kali
    4. Membuat dan membaca surat pernyataan di hadapan santri
    5. Membuang sampah di tempat pembuangan (Bak Sampah)
    6. Membersihkan kamar mandi/WC asrama selama 3 hari
    7. Menyapu, mengepel atau membersihkan lantai ruangan makan dan sekitarnya 3 hari
    8. Membersihkan Masjid dan sekitarnya selama 3 hari
    9. Mengisi surat pernyataan “tidak akan mengulangi perbuatan yang melanggar Tata Tertib Santri”
    10. Dicukur rambut sampai gundul bagi putra, dan di pendekkan bagi putrid
    11. Dilarang keluar pondok selama 2 bulan
    12. Memakai jilbab kontras (kuning) bagi santriwati selama seminggu
    13. Tiga kali melakukan pelanggaran Sedang, maka sama dengan melakukan 1 x Pelanggaran Berat

 

Pasal 3

Pelanggaran Ringan (PR)

  1. Satu kali melakukan pelanggaran Ringan, maka mendapat teguran dari Pembina
  2. Dua kali melakukan pelanggaran ringan, maka dikenakan sanksi dengan opsi :
    1. Hukuman langsung sesuai dengan situasi dan kondisi.
    2. Teguran dan beristighfar sebanyak 70 kali
    3. Teguran dan menghafal mufradat sebanyak 20 kata (Arab/Inggris)
    4. Teguran dan menghafal ayat-ayat pilihan
    5. Teguran dan hukuman fisik yang bukan kontak badan.dan sifatnya mendidik
    6. Teguran dan membersihkan ruangan kantor
    7. Teguran dan membersihkan Masjid dan lingkungannya
    8. Mengomandangkan adzan seminggu lamanya

 

Pasal 4

Kriteria Penilaian Poin Pelanggaran

Ringan                                     : 2 poin

Sedang                                                : 5 poin

Berat                                        : 8 – 20 poin

Bobot Pemberian Poin            : 100 poin

Pemutihan                               : 3 bulan dari pasca terakhir berbuat

 

Pasal 5

Kriteria Penanganan Kasus Berdasarkan Poin Pelanggaran

 

  1. Peringatan dan perjanjian dengan wali kelas yang ditandatangani orangtua : Poin <90 (jumlah pelanggaran s/d 10 poin
  2. Pemanggilan orangtua oleh wali kelas : Poin<60 (jumlah pelanggaran s/d 40 poin)
  3. Peringatan dan perjanjian Wakil Pengasuh yang ditanda tangani orang tua : poin <50 (Jumlah pelanggaran s/d 50 poin)
  4. Pemanggilan orang tua oleh Waka Kesantrian : Poin <30 (jumlah pelanggaran s/d 70 poin)
  5. Diserahkan ke kepala sekolah : Poin <20 (jumlah pelanggaran s/d 80)
  6. Dikembalikan kepada orangtua :Poin<0 (jumlah pelanggaran s/d 100)

Pasal 6

Pemberi Sanksi

1)        Yang berhak memberikan sanksi adalah:

  1. Wakil Pengasuh/ Waka Kesantrian
  2. Mahkamah Tahdib
  3. Kepala Asrama
  4. Ustadz/dzah atau guru sekolah yang ditunjuk
  5. Pembina OPPA
  6. Pengurus OPPA yang diberi wewenang

2)        Pengurus OPPA yang ditunjuk hanya dibenarkan memberikan sanksi pada pelanggaran tingkat ringan dengan izin Pesantren

3)        Ketetapan usulan/rekomendasi sanksi kategori pelanggaran berat ditetapkan melalui musyawarah dewan pembina, wali kelas dan BK yang dipimpin oleh Wakil Pengasuh/Waka Kesantrian

4)        Keputusan skorsing atau pengembalian kepada orang tua diambil oleh pimpinan pondok

Pasal 32

Penghargaan

 

1)        Santri yang berprestasi berhak mendapatkan penghargaan

2)        Penghargaan meliputi:

  1. Piagam penghargaan
  2. Nilai kepribadian A di raport
  3. Beasiswa
  4. Hadiah atau reward yang tidak mengikat

3)        Penghargaan diusulkan oleh Bid. Kesantrian dan atau Kepala Sekolah kepada Pimpinan Pondok

BAB V

ATURAN TAMBAHAN

Santri ber-Asrama yang keluar dan pindah asrama dengan alasan yang tidak jelas dan tidak sesuai dengan ketentuan Pondok Pesantren, maka sama dengan keluar dari Pondok Pesantren

BAB VI

KETENTUAN PENUTUP

 

1)        Tata tertib ini menjadi acuan dasar peraturan santri di Pondok Pesantren Assalaam Manado

2)        Keputusan terakhir santri dikembalikan kepada orang tua berdasarkan musyawarah para pengurus dan pimpinan pondok

3)        Hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib ini akan diatur kemudian

 

 

 

Ditetapkan di : Manado

Tanggal : 24 – 04 – 2012

PONDOK PESANTREN ASSALAAM

MANADO –SULAWESI UTARA

KH. AHMAD JUNAEDY, Lc

Pimpinan

 

By Assalaam Manado

Aturan Kepegawaian

Lampiran

 

SURAT KEPUTUSAN

Nomor :

 

YAYASAN ASSALAAM MANADO

TENTANG

PERATURAN KEPEGAWAIAN PONDOK PESANTREN

ASSALAAM MANADO

 

BAB I

KETENTUAN UMUM

 

Pasal 1

Pengertian dan Istilah

 

  1. Yayasan dalam peraturan ini adalah Yayasan Assalaam Manado beserta lembaga-lembaga yan bernaung dibawahnya yang berkantor di
  2. Lingkungan Yayasan adalah keseluruhan tempat yang berada di bawah penguasaan Yayasan atau milik dan digunakan untuk menunjang kegiatan Yayasan
  3. Peraturan Yayasan adalah semua ketentuan Yayasan yang mengatur tentang hubungan kerja, hak dan kewajiban antara Yayasan dengan karyawan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  4. Pimpinan pondok/pimpinan Madrasah adalah yang karena jabatannya mempunyai tugas memimpin dan karenanya menerima tunjangan sebagaimana yang diatur dalam peraturan Yayasan
  5. Pegawai adalah mereka yang mempunyai hubungan kerja dengan Yayasan dan karenanya menerima gaji sebagaimana yang diatur dalam peraturan Yayasan
  6. Displin adalah suatu sikap, perilaku, dan perbuatan pegawai Yayasan Assalaam yang sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku di Yayasan Assalaam Manado
  7. Kode etik adalah tatacara dalam melaksanakan tugas, hubungan antara guru, karyawan, atasan dan sikap serta perilaku yang harus diterapkan oleh semua pegawai di Yayasan Assalaam Manado
  8. Pekerjaan adalah kegiatan yang dijalankan oleh karyawan untuk kepentingan Yayasan dalam suatu hubungan kerja dengan mendapatkan gaji
  9. Gaji adalah imbalan dalam bentuk uang yang diterima oleh pegawai atas pelaksanaan tugas kepegawaiyannya
  10. Hari dan jam kerja adalah waktu kerja yang ditetapkan Yayasan berdasarkan ketentuan yang berlaku
  11. Struktur organisasi adalah susunan orang-orang yang memegang jabatan sebagai pengelola/pelaksana tugas pada Yayasan Assalaam
  12. Jabatan adalah kedudukan sesuai fungsi dan peranan sebagai pengambil kebijakan dan memiliki kewenangan dalam pelaksanaan tugas
  13. Tunjangan adalah imbalan/upah selain gaji setiap bulan, karena adanya sebab tertentu sehingga atas sebab tersebut berhak untuk mendapatkannya

 

Pasal 2

Status dan Penggolongan Pegawai

 

  1. Pegawai pada Yayasan Assalaam Manado terdiri dari :
  2. Tenaga Pendidik yang disebut dengan guru
  3. Tenaga Kependidikan yang disebut dengan karyawan
    1. Guru pada Yayasan Yayasan Assalaam Manado terdiri dari :
    2. Guru Tetap Yayasan (GTY) yaitu guru yang diangkat dan ditetapkan oleh Yayasan Assalaam Manado
    3. Guru diperbantukan adalah guru yang diperbantukan oleh negara kepada Yayasan, kepadanya diberikan tambahan honor sesuai dengan kemampuan Yayasan
    4. Guru Istimewa berdasarkan kebutuhan dan kepakaran, seseorang dapat diangkat sebagai guru istimewa, kepadanya diberikan honor berdasarkan jumlah jam mengajar yang besarnya tergantung kepada kemampuan Yayasan
      1. Karyawan Pondok Pesantren Assalaam Manado terdiri dari :
      2. Karyawan Tetap Yayasan (KTY) yaitu karyawan yang diangkat dan ditetapkan oleh Pengurus Yayasan Assalaam Manado
      3. Karyawan Honorer yaitu karyawan yang diangkat oleh Pondok namun belum memenuhi ketentuan untuk ditetapkan sebagai Karyawan Tetap Yayasan
      4. Karyawan Kontrak/Free Line yaitu karyawan yang diangkat oleh pondok dalam waktu tertentu dan dengan perjanjian tertentu yang sifatnya temporer
      5. Jenis karyawan antara lain, Tenaga Keuangan/Bendahara, Tenaga Adminisrasi, Tenaga Kebersihan, Tenaga Pengemudi, Tenaga Keamanan, Tenaga Teknisi, dan lain-lain, disesuaikan dengan kebutuhan Pondok

 

BAB II

PENERIMAAN PEGAWAI

Pasal 3

Dasar Penerimaan

 

Penerimaan, penempatan dan pengalihan tugas pegawai didasarkan atas kebutuhan Yayasan dan pendayagunaan tenaga kerja. Yang menjadi persyaratan umum penerimaan karyawan adalah :

  1. Beragama Islam
  2. Lancar membaca Al-Qur’an
  3. Warga Negara Indonesia berusia antara 18-35 tahun dengan usia maksimal 35 tahun untuk S1 (Strata Satu) dan 25 tahun untuk SMA pada saat penerimaan/yang dibutuhkan
  4. Sehat jasmani dan rohani
  5. Penerimaan guru dan karyawan dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan Pondok setelah mendapat persetujuan dari Yayasan Assalaam Manado
  6. Guru dan Karyawan dapat diterima sebagai calon pegawai Yayasan apabila telah lulus seleksi yang terdiri dari: seleksi administrasi, tes komitment, ujian tertulis, ujian praktek dan wawancara
  7. Calon pegawai yang telah lulus seleksi sebelum ditetapkan sebagai pegawai tetap terlebih dahulu melalui masa percobaan selama 6 bulan dengan status 80% pegawai Yayasan
  8. Calon pegawai yang telah diterima wajib mengabdi pada Yayasan minimal 2 (dua) tahun kerja yang dinyatakan dalam bentuk surat perjanjian pengabdian minimal selama 2 (dua) tahun
  9. Apabila masa perjanjian selama 2 (dua) tahun tersebut belum berakhir pegawai yang bersangkutan pindah ke sekolah atau instansi lain dikenakan sanksi yang dinyatakan dalam surat perjanjian
  10. Bersedia menaati peraturan-peraturan/tata tertib yang berlaku dalam Yayasan
  11. Di luar ketentuan di atas akan diatur berdasarkan Keputusan Pimpinan Yayasan

 

Pasal 4

Masa Percobaan

 

  1. Setiap calon pegawai, diterima berdasarkan hasil seleksi yang dilaksanakan oleh pimpinan pondok/madrasah
  2. Bagi calon pegawai yang dinyatakan lulus seleksi diterima sebagai calon karyawan dengan status percobaan
  3. Semua calon pegawai Yayasan Assalaam Manado yang baru harus memenuhi persyaratan yang ditentukan dan melalui masa percobaan selama 6 (enam) bulan dengan menerima dokumen legal yaitu Surat Pra Kontrak Kerja (SPKK)
  4. Bagi guru masa percobaan diginakan untuk melihat dan belajar bagaimana cara mengelola sebuah kelas sekaligus melakukan pendekatan pada anak didik
  5. Bagi pegawai non guru masa ini digunakan untuk melihat dan mempelajari tugas-tugas yang akan dibebankan kepadanya
  6. Selama masa percobaan, gaji yang diberikan 80% dari gaji pokok
  7. Pengawasan dan penilaian pada masa percobaan dilakukan oleh tim pengawas, terdiri dari Atasan langsung, Kepala Madrasah/Kepala Unit serta Wakil Kepala Madrasah, setiap 3 (tiga) bulan. Dan dari hasil penilaian tersebut menentukan hubungan kerja selanjutnya
  8. Dalam hal pemutusan hubungan kerja pada masa magang dan percobaan, maka Yayasan tidak memberikan pesangon dan keterangan kerja
  9. Dalam masa percobaan, baik Yayasan ataupun karyawan dapat memutuskan hubungan kerja secara sepihak
  10. Semua calon pegawai Yayasan Assalaam Manado yang lolos masa percobaan akan diterima sebagai pegawai Yayasan dengan menerima dokumen legal yaitu Surat Keputusan (SK) Pengangkatan
  11. Semua calon Pegawai Yayasan Assalaam Manado yang tidak lolos masa percobaan selama 6 (enam) bulan akan diterbitkan surat ucapan terima kasih

 

BAB III

GOLONGAN

Pasal 5

Penggolongan Karyawan

 

  1. Golongan diberikan setelah ditetapkan sebagai pegawai tetap Yayasan Assalaam Manado
  2. Golongan yang diberikan untuk pengangkatan pertama :
  3. Golongan I C bagi pegawai yang memiliki ijazah SLTA
  4. Golongan II A bagi pegawai yang memiliki ijazah terakhir Diploma III atau Sarjana Muda Lengkap
  5. Golongan II C bagi pegawai yang memiliki ijazah terakhir S1
  6. Golongan II D bagi pegawai yang memiliki ijazah terakhir Pascasarjana atau sederajat
  7. Golongan III A bagi pegawai yang memiliki ijazah terakhir Doktoral (S3/Phd)

 

Pasal 6

Kenaikan Golongan

 

  1. Kenaikan golongan pegawai dapat diberikan hanya bagi pegawai yang telah mendapatkan SK sebagai Pegawai Tetap Yayasan Assalaam Manado
  2. Jenis keniakan golongan pegawai Yayasan Assalaam Manado terdiri dari :
  3. Kenaikan golongan Reguler sekali 4 tahun
  4. Kenaikan golongan penyesuaian ijazah

 

BAB IV

HAK DAN KEWAJIBAN

 

Pasal 7

Kewajiban Yayasan

 

  1. Memberikan balas jasa yang layak sesuai dengan jasa yang telah diberikan karyawan kepada Yayasan
  2. Memperhatikan kesejahteraan karyawan yang sesuai dengan jasa yang telah diberikan karyawan kepada Yayasan
  3. Menempatkan karyawan sesuai kebutuhan, kemampuan dan keterampilan yang dimiliki
  4. Mengadakan pemutusan hubungan kerja dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku
  5. Mengeluarkan SK pegawai berdasarkan tugas yang dipercayakan

 

Pasal 8

Kewajiban Pegawai

 

Setiap pegawai Yayasan Assalaam Manado berkewajiban :

  1. Menjalankan Ibadah sesuai dengan Syariah Islam
  2. Menaati tata tertib/peraturan Yayasan dengan mengindahkan ketentuan yang berlaku
  3. Melaksanakan tugas yang dipercayakan dengan ikhlas dan penuh pengabdian serta tanggung jawab
  4. Menjaga dan menyebarluaskan nama baik Yayasan Assalaam Manado
  5. Mengutamakan kepentingan Pondok Pesantren Assalaam Manado di atas segala kepentingan pribadi/golongan
  6. Memberikan keterangan yang sebenar-benarnya mengenai pekerjaan kepada Yayasan yang berhubungan dengan tugasnya
  7. Menyimpan dan menjaga semua keterangan yang didapat karena jabatan maupun dari pergaulannya di lingkungan Yayasan
  8. Memeriksa dan menjaga barang-barang milik yayasan yang digunakan atau dipercayakan kepadanya
  9. Menggerakkan dan mengembangkan partisipasi kerjasama di lingkungan Pondok Pesantren Assalaam Manado
  10. Menumbuh kembangkan kondisi dinamis antara unit dan lembaga-lembaga dalam naungan Yayasan Assalaam Manado
  11. Penanaman dan pemupukan rasa persatuan demi kesatuan dalam Pondok Pesantren Assalaam Manado guna peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan
  12. Memelihara kerapian dan kebersihan tempat kerja masing-masing lingkungannya, serta mencegah kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat membahayakan berkembangnya pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Assalaam Manado

 

Pasal 9

Hak Pegawai

 

Dalam melaksanakan tugasnya pegawai berhak :

  1. Memperoleh penghasilan sesuai yang berlaku dengan ketentuan di lingkungan Yayasan Assalaam Manado
  2. Mendapat promosi atau penghargaan, sesuai dengan tugas dan prestasi kerja
  3. Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi, informasi, sarana dan prasarana pembelajaran, melanjutkan studi/pelatihan-pelatihan
  4. Memperoleh rasa aman dalam melaksanakan tugas
  5. Memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya
  6. Memperoleh hak-hak yang sama sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Yayasan Assalaam Manado
  7. Memberi informasi/id eke Yayasan

 

Pasal 10

 

  1. Ketentuan yang belum diatur mengenai hak dan kewajiban sebagaimana pasal 6 dan 7 akan diatur dengan keputusan Yayasan Assalaam Manado
  2. Ketentuan hak dan kewajiban dalam keputusan Yayasan Assalaam Manado wajib dipatuhi dan ditaati

 

BAB V

WEWENANG DAN TUGAS PEGAWAI YAYASAN ASSALAAM MANADO

 

Pasal 11

 

  1. Wewenang Pimpinan Pondok :
  2. Membina seluruh lembaga atau unit pendidikan di Pondok Pesantren Assalaam Manado berdasarkan visi dan misi Pondok Pesantren Assalaam Manado
  3. Membuat kebijakan system pendidikan yang diberlakukan dalam proses pembelajaran di Pondok Pesantren Assalaam Manado
  4. Pimpinan Pondok dapat mengusulkan Mutasi/pemindahan jabatan, Promosi/kenaikan jabatan dan Demosi/pemindahan jabatan, memberhentikan dan menerima pegawai kepada Yayasan Assalaam Manado
  5. Bertanggung jawab kepada Yayasan Assalaam Manado
    1. Tugas Pimpinan Pondok :
    2. Melaksanakan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh Yayasan Assalaam Manado
    3. Melaksanakan kurikulum nasional serta kurikulum Pondok dan pengembangannya dengan metode yang disetujui dan ditetapkan oleh Yayasan Assalaam Manado
    4. Menyelenggarakan manajemen sekolah pada setiap lembaga yang ada di Yayasan Assalaam Manado
    5. Ikut merencanakan, menyusun RAPBS setiap tahun pada seluruh unit yang ada di Pondok Pesantren Assalaam Manado
    6. Mengembangkan Madrasah dalam rangka peningkatan mutu kesejahteraan dalam tiap-tiap unit
    7. Pimpinan Pondok memberikan laporan bulanan kepada Yayasan setiap tanggal 25
    8. Pimpinan Pondok akan memberikan laporan presentasi tipa-tiap unit kepada Yayasan secara periode (6 bulanan)
    9. Melaksanakan proses perekrutan dan seleksi penerimaan pegawai Yayasan Assalaam Manado sesuai aturan
      1. Pimpinan Pondok wajib melaksanakan pelimpahan tugas yang diberikan dari hasil keputusan Yayasan

 

Pasal 12

 

  1. Wewenang Kepala Madrasah :
  2. Memimpin pendidikan berdasarkan visi dan misi Pondok Pesantren Assalaam Manado
  3. Bertanggungjawab kepada Yayasan Assalaam Manado melalui Pimpinan Pondok
  4. Menentukan jabatan-jabatan struktur di bawah jabatan Kepala Madrasah
  5. Kepala Madrasah dalam melaksanakan tugasnya dapat mendelegasikan kepada Wakil Kepala Sekolah
  6. Mengikuti rapat-rapat Yayasan sesuai bidang tugasnya
    1. Tugas Kepala Madrasah :
    2. Melaksanakan peraturan-peraturan yang berlaku di Pondok pesantren Assalaam Manado
    3. Memahami dan melaksanakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) secara tepat
    4. Menerapkan Strategi Pembelajaran dengan menggunakan Multiple Intelegence System (MIS) dan Strategi Pembelajaran lain yang akan/telah disetujui oleh Pondok Pesantren Assalaam Manado dan Yayasan Assalaam Manado
    5. Menggunakan Multiple Intelegence Research (MIR) pada penerimaan siswa baru dan pada setiap siswa setiap 1 (satu) tahun sekali
    6. Meningkatkan kualitas lulusan dalam hal Akhlakul Karimah, daya piker dan kreativitas
    7. Meningkatkan kualitas guru dalam hal Akhlakul Karimah, produktifitas, efisiensi, efektifitas dan inovasi
    8. Memberdayakan tenaga kependidikan serta melaksanakan tahap-tahap implementasi kurikulum nasional
    9. Memberdayakan tenaga kependidikan untuk mampu melaksanakan tujuan dan karakteristik manajemen berbasis sekolah (School Based Management)
    10. Membuat target pencapaian hasil setiap program Madrasah sesuai dengan waktu yang telah dikoordinasikan dengan Pimpinan Pondok
    11. Memonitor dan memelihara sarana prasarana
    12. Membuat pelaporan rutin kepada Pimpinan Pondok sertiap bulan pada tanggal 20
    13. Membuat pelaporan perkembangan siswa kepada Pimpinan Pondok dalam kurun waktu 3 (tiga) bulan sekali
    14. Melaporkan prestasi kinerja sekolah kepada Pimpinan Pondok secara periodic (6 bulan sekali)
    15. Melaksanakan system pelaporan penggunaan keuangan kepada Yayasan melalui Pompina Pondok pada setiap kegiatan/program sekolah
    16. Melaporkan segala jenis bantuan/subsidi dari Pemerintah atau pihak ketiga kepada Yayasan Assalaam Manado
    17. Melakukan analisa dan evaluasi dalam bentuk pelaporan pada tiap-tiap fungsionaris pegawai yang di bawahnya meliputi Wakil Kepala Sekolah, Guru, Wali Kelas, Tata Usaha dan Karyawan sekolah dalam kurun waktu 6 (enam) bulan sekali
    18. Menciptakan iklim sekolah yang kondusif akademis
    19. Mengajukan kepada Pimpinan Pondok mengenai pengelolaan regulasi waktu belajar, bimbingan konseling, penilaian ektra kurikuler, rekreasi dan hari libur untuk ditetapkan
    20. Menyiapkan dan melaksanakan serta menindak lanjuti hasil akreditasi untuk meningkatkan mutu sekolah
    21. Melaksanakan system penghargaan (reward) dan sanksi (punishment) kepada guru sesuai aturan yang ditetapkan Yayasan
    22. Mengambil keputusan yang berkaitan dengan urusan intern dan ekstern Lembaga Madrasah yang tidak bertentangan dengan aturan yang ditetapkan Yayasan setelah melakukan koordinasi dengan Pimpinan Pondok
    23. Mengajukan/mengisi formulir kebutuhan RAPBS lembaga pada setiap tahun
    24. Menjadi tauladan bagi pegawai yang menjadi tanggung jawabnya
    25. Menyusun tugas kerja wali kelas, guru dan karyawan sekolah
    26. Menyusun rencana dan program intern dan ekstern yang melibatkan orang tua siswa, masyarakat, pemerintah atau lembaga masyarakat harus seizing Yayasan melalui surat tembusan kepada Direktur Lembaga
    27. Membuat laporan-laporan lebih lanjut yang ditetapkan oleh Yayasan
    28. Mendukung Keputusan Yayasan Assalaam Manado

 

Pasal 13

 

Pengangkatan jabatan Kepala Madrasah diseluruh unit Pendidikan Yayasan Assalaam Manado tiap 2 (dua) tahun sekali, selama-lamanya 2 (dua) kali periode

 

Pasal 14

 

Tugas Wakil Kepala Madrasah :

  1. Wakil Kepala Madrasah adalah pendamping-pendamping sekaligus melakukan koordinasi dengan Kepala Madrasah
  2. Wakil Kepala Sekolah membuat laporan berkala secara periodic dengan masa yang ditentukan Kepala Madrasah
  3. Secara langsung Wakil Kepala mengambil alih tugas-tugas dan kewajiban Kepala Madrasah apabila Kepala Madrasah tidak hadir dalam melakukan tugas-tugasnya
  4. Wakil Kepala Madrasah berkewajiban menerima pendelegasian tugas yang diberikan oleh Kepala Madrasah yang berkaitan dengan tugas edukasi kecuali yang bertentangan dengan aturan yang ditetapkan Yayasan Assalaam Manado
  5. Wakil Kepala Madrasah berhak menolak pendelegasian tugas yang diberikan oleh Kepala Sekolah yang bertentangan dengan aturan yang ditetapkan Yayasan Assalaam Manado
  6. Jumlah Wakil Kepala Sekolah tergantung dari kebutuhan dan ditetapkan dengan peraturan lebih lanjut dari Yayasan Assalaam Manado

 

Pasal 15

 

Dalam melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar, guru mempunyai tugas sebagai berikut:

  1. Merencanakan kegiatan belajar mengajar sesuai kurikulum nasional dengan metode pembelajaran yang berlaku di Pondok Pesantren Assalaam Manado
  2. Menyiapkan kelengkapan dan perangkat mengajar sesuai program yang ditentukan
  3. Melakukan penilaian secara teratur dan terencana sesuai dengan ketentuan kurikulum nasional dan metode penilaian yang ditentukan oleh Pondok Pesantren Assalaam Manado
  4. Melaksanakan tugas pembelajaran sesuai jam yang ditentukan
  5. Melaksanakan koreksi ulangan harian UTS, UAS
  6. Selalu mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselanggarakan oleh Pondok Pesantren Assalaam Manado
  7. Meningkatkan prestasi siswa baik internal maupun eksternal sekolah
  8. Melakukan koordinasi sebagai jembatan komunikasi antara Kepala Sekolah/Wakasek, Wali Kelas
  9. Berpartisipasi dalam merencanakan dan meningkatkan mutu pendidikan
  10. Membuat raport peserta didik kepada Kepala Madrasah sesuai dengan aturan yang ditetapkan
  11. Melaksanakan pendidikan secara terbuka, bertanggung jawab dan selalu berusaha meningkatkan kualitas dan mensukseskan pendidikan yang berlanjut
  12. Melakukan proses pembelajaran di lingkunga Pondok Pesantren Assalaam Manado dengan menggunakan Multiple Intellegence System
  13. Mentaati peraturan yang diatur lebih lanjut oleh Pondok Pesantren Assalaam Manado
  14. Guru berkewajiban menerima tugas dari Kepala Madrasah yang berkaitan dengan tugas edukasi kecuali yang bertentangan dengan aturan yang berlaku di Pondok Pesantren Assalaam Manado
  15. Guru berhak menolak tugas dari Kepala Sekolah yang bertentangan dengan aturan yang berlaku di Pondok Pesantren Assalaam Manado

 

Pasal 16

 

  1. Wali Kelas adalah guru yang mewakili Kepala Madrasah dan orang tua di dalam kelas
  2. Tugas Wali kelas akan ditentukan oleh Kepala Madrasah
  3. Wali Kelas berkewajiban menerima tugas dari Kepala Madrasah yang berkaitan dengan tugas edukasi kecuali yang bertentangan dengan aturan yang berlaku di Pondok Pesantren Assalaam Manado
  4. Wali Kelas berhak menolak tugas Kepala Sekolah yang bertentangan dengan aturan yang berlaku di Pondok Pesantren Assalaam Manado

 

Pasal 17

 

  1. Bimbingan Konseling (BK) adalah guru yang melayani minat santri dan bakat siswa
  2. Bimbingan Konseling (BK) bekerja sama dengan kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah, Wali Kelas dan guru-guru lain serta wali santri dalam pemberian motivasi belajar
  3. Menyusun dan melaksanakan program kerja untuk bimbingan konseling
  4. Dalam menangani masalah kepada santri, Bimbingan konseling wajib memiliki sikap ikhlas mengedepankan kasih saying dan keadilan berstandar pada psikologi anak didik
  5. Membuat laporan pelaksanaan Bimbingan Konseling kepada Kepala Madrasah sesuai dengan metode yang berlaku di lingkungan Pondok Pesantren Assalaam Manado
  6. Membuat statistic perkembangan bimbingan konseling

 

Pasal 18

 

  1. Tata Usaha adalah lembaga sekolah yang mempunyai tugas :
  2. Melaksanakan tugas dibidang administrasi sekolah
  3. Melaksanakan tata kearsipan
  4. Membuat jurnal kegiatan sekolah
  5. Membuat laporan berkala secara tertulis kapada Kepala Madrasah
    1. Sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) akan diatur dengan ketentuan lebih lanjut

 

Pasal 19

 

Karyawan adalah Maintenance, Security, Cleaning Service yang bertugas sesuai dengan pembagian kerja masing-masing yang sudah ditentukan Yayasan Assalaam Manado

 

BAB VI

KAHADIRAN

 

Pasal 20

 

  1. Setiap karyawan wajib memulai bekerja pada waktu yang telah ditetapkan Yayasan, dengan hari dan jamnya yang diatur sebagai berikut :
  2. Jam dinas mulai 07.10-14.45 setiap hari kerja
  3. Bila situasi menghendaki jadwal ini dapat dirubah kemudian
    1. Setiap karyawan diwajibkan mengisi daftar hadir
    2. Guru, TU dan Karyawan yang akan meninggalkan pekerjaannya pada jam kerja harus seizin Pimpinan Struturalnya
    3. Guru, TU dan Karyawan yang dating terlambat tidak diperkenankan langsung bekerja sebelum melapor kepada Pimpinan
    4. Guru, TU dan Karyawan yang tidak masuk bekerja harus memberikan keterangan yang diatur sebagai berikut :
    5. Keterangan lisan maupun surat, melalui telepon/rekan sekerja yang berdekatan rumahnya atau melalui kurir (untuk mengantarkan surat/maupun kabar) kepada pimpinan struturalnya
    6. Keterangan lisan maupun surat wajib disampaikan 1 (satu) hari atau sebelumnya untuk tidak dapat masuk bekerja karena urusan/kepentingan keluarga
    7. Pimpinan Pondok dan Pimpinan Unit Usaha yang tidak masuk bekerja meminta izin kepada Yayasan dan mendelegasikan tugas rutin lembaga kepada bawahannya
    8. Kepala Unit yang tidak masuk kerja meminta izin kepada Pimpinan Pondok dan mendelegasikan tugas rutin sekolah kepada Wakasek/urusan yang berkaitan dengan menulis jenis tugas tersebut di buku penghubung
      1. Ketidakhadiran karyawan secara berturut-turut selama 6 (enam) hari kerja tanpa pemberitahuan kepada Yayasan yang alasannya tidak dapat diterima, dianggap mengundurkan diri
      2. Keterlambatan atau meninggalkan tempat sebelum jam kerja berakhir tanpa izin dari Pimpinan Unit atau yang ditunjuk, dianggap merupakan perbuatan atau tindakan pelenggaran
      3. Setiap karyawan hadir pada jam efektif yang diefektifkan

 

BAB VII

DISIPLIN KERJA

 

Pasal 21

 

  1. Pegawai Yayasan Assalaam Manado wajib meningkatkan displin :
  2. Setia dan menjalankan Tata Tertib Yayasan Assalaam Manado
  3. Melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya serta memberikan pelayanan yang baik terhadap lingkungan sekolah
  4. Menggunakan dan memelihara barang-barang inventaris Yayasan dengan sebaik-baiknya
  5. Bersikap dan betingkah laku sopan santun terhadap sesama pegawai, atasan dan pengurus
    1. Melaksanakan dan menerima segala ketentuan atau peraturan yang telah diputuskan oleh Yayasan Assalaam Manado dan Pondok Pesantren Assalaam Manado
    2. Pegawai Yayasan Assalaam Manado tidak diperkenankan membuat atau menyebarluaskan aturan yang bertentangan dengan ketentuan atau peraturan yang ditetapkan oleh Yayasan
    3. Ikut serta berpartisipasi untuk mendukung/membantu menegakkan disiplin kerja di lingkungan Yayasan Assalaam Manado pada masing-masing unit
    4. Pegawai Yayasan Assalaam Manado tidak diperkanankan merangkap jabatan eksternal maupun internal lembaga, kecuali mendapat izin oleh peraturan lebih lanjut oleh Yayasan
    5. Pegawai Yayasan Assalaam Manado harus mentaati dan patuh kepada atasan sesuai dengan jabatan yang diamanatkan
    6. Melaksanakan tugas pada bidangnya masing-masing dan waktu yang ditentukan
    7. Pegawai Yayasan Assalaam Manado tidak diperkenankan meminta bantuan dana dari dalam dan luar sekolah sebelum disetujui oleh Yayasan Assalaam Manado

 

Pasal 22

 

Menerima dan menjalankan serta patuh atas tindakan sanksi yang diberikan atas putusan Yayasan

 

 

 

Pasal 23

 

Pegawai yang mengikuti tes PNS pada masa aktif sebagai pegawai yayasan, maka secara otomatis dianggap mengundurkan diri

 

Pasal 24

 

Pegawai yang mengajar ke tempat (sekolah lain) pada masa aktif sebagai pegawai Yayasan, maka secara otomatis dianggap mengundurkan diri

 

Pasal 25

 

Tidak diperkenankan menggunakan fasilitas sekolah diluar jam kerja/jam sekolah, terkecuali mendapatkan izin secara tertulis dari Yayasan Assalaam Manado

 

Pasal 26

 

Setiap Pegawai Yayasan Assalaam Manado tidak diperkenankan menerima tamu di ruang kerja terkecuali pada tempat/ruang yang telah ditentukan

 

BAB VIII

MEKANISME KEPEGAWAIAN

 

Pasal 27

Mutasi, Promosi, Demosi

 

  1. Mutasi/pemindahan jabatan, promosi/kenaikan jabatan dan demosi/penurunan jabatan menjadi hak Yayasan Assalaam Manado
  2. Mutasi dilakukan menurut kebutuhan sekolah di lingkungan Yayasan Assalaam Manado dengan mempertimbangkan saran dari Pimpinan Pondok dan Syakhul Madrasah
  3. Promosi dilakukan menurut kebutuhan Pondok Pesantren Assalaam Manado atau Yayasan Assalaam Manado berdasarkan penilaian secara objektif atas prestasi pegawai dan syarat lain yang diatur dengan peraturan lebih lanjut dengan memperhatikan usulan/laporan dari Pimpinan Pondok dan Syaikhul Madrasah
  4. Demosi dapat dilakukan oleh Yayasan Assalaam Manado karena ketidak mampuan pegawai dalam melaksanakan jabatan yang diamanahkan setelah yang bersangkutan memperoleh pembinaan dari lembaga atau Yayasan

 

Pasal 28

Dasar Pengupahan/Gaji/Tunjangan

 

  1. Gaji adalah keseluruhan penghasilan karyawan dalam bentuk uang yang diterimanya secara rutin sebagai imbalan dari Yayasan
  2. Dasar pengupahan gaji yang berlaku ditentukan dan ditetapkan secara resmi oleh Yayasan Assalaam Manado
  3. Ketentuan yang ditetapkan sebagaimana ayat (1) secara langsung tidak berlaku apabila dikeluarkan ketentuan baru yang ditetapkan oleh Yayasan Assalaam Manado
  4. Standar pengupahan, kenaikan gaji, penghonoran, tunjangan jabatan, tunjangan kelebihan beban tugas dan prestasi serta tunjangan lain akan diatur tersendiri dalam pertauran berdasarkan :
  5. Pemasukan uang lembaga
  6. Kemampuan Yayasan Assalaam Manado
    1. Kenaikan upah/gaji dilaksanakan oleh Yayasan Assalaam Manado selambat-lambatnya 1 (satu) tahun sekali kecuali ada pertimbangan lain, sehingga kenaikan upah/gaji ditunda/ditiadakan
    2. Ketentuan sebagaimana dimaksud ayat (3) adalah menjadi hak mutlak Yayasan Assalaam Manado
    3. Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan gaji ke 13 (tiga belas) yang hanya terdiri dari Gaji Pokok

 

Pasal 29

Pertimbangan Tambahan Gaji Khusus

 

  1. Pengajar akan mendapatkan tambahan gaji bila jam mengajarnya melebihi 24 jam perminggu
  2. Besarnya tambahan penggajian pengajar per jam ditentukan oleh Pimpinan Madrasah dan  Yayasan

 

Pasal 30

Jaminan Sosial Dinas

 

  1. Pegawai Assalaam Manado merupakan anggota JAMSOSTEK
  2. Bantuan walimah sebanyak Rp. 200.000,- bagi karyawan yang melakukan pernikahan

 

Pasal 31

Perjalanan Dinas

 

  1. Yayasan/pondok dapat memerintahkan pegawai untuk melakukan perjalanan dinas kepada yang bersangkutan akan diberikan biaya dinas yang terdiri dari :
  2. Biaya transport bagi yang tidak menggunakan kendaraan lembaga
  3. Biaya penginapan
  4. Biaya kebutuhan selama ditugaskan
    1. Untuk perjalanan dinas yang ditanggung oleh DEPDIKNAS, DEPAG,            serta Instansi yang terkait pada pendidikan, Yayasan akan memberikan biaya tambahan secukupnya/sekedarnya

 

Pasal 32

Silahturrohim dan Rekreasi

 

  1. Dalam meningkatkan kegairaha kerja, Yayasan Assalaam Manado memberikan kesempatan kepada pegawai untuk bersilahturrohim dan rekreasi 2 (dua) tahun sekali
  2. Pelaksanaan silahturrohim dan rekreasi tersebut diatur bersama oleh Pimpinan Pondok Pesantren Assalaam Manado dan Pimpinan Unit
  3. Ketentuan (1), (2) akan diatur lebih lanjut

 

Pasal 33

Seragam

 

  1. Pegawai Yayasan Assalaam Manado wajib memakai seragam yang telah diberikan/ditetapkan oleh yayasan/Pondok
  2. Sebagaimana di maksud pada ayat (1) akan diatur oleh peraturan lebih lanjut

 

BAB VIII

HARI LIBUR, CUTI DAN IZIN MENINGGALKAN PEKERJAAN

 

Pasal 34

Hari Libur

 

Hari libur adalah hari-hari libur Nasional berdasarkan kalender pendidikan yang ditetapkan yayasan

 

Pasal 35

Cuti Walimahan

 

  1. Karyawan yang akan menikah memperoleh cuti selama 6 (enam) hari kerja atau sesuai izin yang diberikan oleh Yayasan
  2. Pengajuan cuti walimahan harus diajukan minimal 2 (dua) bulan sebelum cuti

 

Pasal 36

Hak Cuti

 

  1. Pegawai Yayasan Assalaam Manado diberikan hak cuti unruk menjamin kesegaran jasmani dan rohani dengan jenis cuti, meliputi :
  2. Cuti Walimahan
  3. Cuti Khusus
  4. Cuti Bersalin
  5. Cuti Keguguran
  6. Cuti Studi
    1. Cuti walimahan
    2. Karyawan yang akan menikah memperoleh cuti selama 6 (enam) hari kerja atau seizing yang diberikan oleh Yayasan
    3. Pengajuan cuti walimahan harus diajukan minimal 2 (dua) bulan sebelum cuti
      1. Tentang cuti khusus

Setiap pegawai yang telah bekerja sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun secara terus-menerus berhak atas cuti khusus selama 1,5 (satu setengah) bulan untuk memenuhi kewajiban agama yaitu melaksanakan ibadah haji dan berlaku hanya satu kali, diajukan 6 bulan sebelum cuti

  1. Tentang cuti bersalin
  2. Pegawai wanita berhak atas cuti bersalin
  3. Lamanya cuti persalinan 15 (lima belas) hari sebelum persalinan dan 1,5 (satu setengah) bulan setelah persalinan
  4. Dalam 15 (lima belas) hari kerja sebelum persalinan yang bersangkutan menerima gaji penuh
  5. Pengajuan permohonan cuti bersalin secara tertulis dengan melampirkan surat keterangan dokter/bidan yang memberikan pertolongan
    1. Pegawai wanita yang mengalami keguguran kandungan berhak atas cuti sakit paling lama 3 (tiga) hari dan menerima upah/gaji penuh
    2. Cuti studi dapat diperoleh/tidak diperoleh kepada pegawaii dalam hal ini menjadi hak Yayasan Assalaam Manado

 

Pasal 35

Izin Meninggalkan Pekerjaan Selain dari Cuti

 

  1. Seorang pegawai dapat di izinkan meninggalkan pekerjaan dan mendapat gaji untuk keperluan sebagai berikut :
  2. Pernikahan saudara kandung karyawan diberi izin 2 (dua) hari
  3. Pernikahan anak karyawan diberi izin 3 (tiga) hari
  4. Istri Karyawan melahirkan, diberi izin 1 (satu) hari kecuali terjadi komplikasi
  5. Khitan anak karyawan, diberi izin 1 (sau) hari
  6. Anggota keluarga meninggal dunia (suami/istri,orang tua/mertua, saudara kandung atau anak), diberi izin 3 (tiga) hari
  7. Izin karyawan sakit, dengan melampirkan surat keterangan dokter
  8. Keadaan-keadaan tertentu yang dinilai Yayasan, karyawan sebaiknya tidak masuk kerja, misalnya situasi keamanan
  9. Izin urusan kedinasan ialah urusan dinas, seperti tugas untuk urusan sekolah/tugas penelitian/pelatihan dan lain-lain. Lamanya izin yang diberikan sesuai dengan urusan yang dilaksanakan
  10. Alasan-alasan lain yang bisa diterima oleh Pimpinan Yayasan
    1. Seorang pegawai yang sakit selama 3 (tiga) bulan terus-menerus mendapatkan kompensasi penghasilan sebagai berikut :
    2. 1 (satu) bulan pertama mendapatkan gaji 100%
    3. 1 (satu) bulan kedua mendapatkan gaji 75%
    4. 1 (satu) bulan ketiga mendapatkan gaji 50%
    5. 1 (satu) bulan keempat mendapatkan gaji 25%
    6. Masa sakit terus-menerus > 6 bulan, tidak diberikan gaji

 

Pasal 36

Pemotongan Gaji

 

  1. Pegawai yang tidak masuk di luar ketentuan yang ada, pemotongan gaji dengan ketentuan rumus :

GAJI                                XN       (n= jumlah absen tidak masuk)

1 bulan harim kerja

 

 

BAB IX

PRINSIP PROFESIONALITAS YAYASAN PP ASSALAAM MANADO

 

Pasal 37

 

1)      Pegawai wajib mewujudkan tujuan pendiidkan sesuai Visi dan Misi Pondok Pesantren Assalaam berdasarkan standar pendidikan nasional

2)      Memeiliki komitmen untuk meningkan mutu pendidikan, ketakwaan dan ahlak mulia

3)      Memiliki kompetensi yang di perlukan, seusia bidang/tugas

4)      Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan

5)      Mengenbangkan diri secara demopkrasi, tidak diskriminatif dan menjunjung tinggi hak manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa

 

 

BAB X

PEMBINAA,PENGEMBANGAN DA HUBUNGAN KARYAWAN

 

Pasal 38

 

Pembinaan dan Pengembangan

1)      Pembinaan dan pengembangan pegwai/tenaga kependidikan meliputi profesi, karier dan mental spritual.

2)      Pembinaan dan pengembangan profesi dan karier sebagaimana ayat (1) meliputi potensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompotensi profesional.

3)      Pembinaan dan pengembangan sebagaimana yang di maksud ayat (2) disesuaikan menurut kebutuhan sekolah dan kondisi pegawai yang bersangkutanserta denngan aturan lebih lanjut.

 

Pasal 38

Hubungan Pegawai

 

  1. Umum :

Hubungan ke dan antar karyawan di dasarkan atas ukhuwah islamiyah

  1. Komunikasi :
  2. Yayasan menganut komunikasi dua arah yang bebas, terbuka dan bertanggung jawab
  3. Setiap karyawan berhak menyampaikan pendapat, saran, memperoleh keterangan mengenai pondok dan madrsah, pekerjaan serta hubungan kerja dalam batas batas yang telah di tetapkan Yayasan. Cara menyeampaikan pendapat, saran, keterangan, dapat secara lisan maupun tulisan kepada atasan langsung. Atasan akan langsung menyampaikan ke bidang  yang berwenang.
  4. Yayasan menganngap perlu dan bermamfaat untuk menampung dan menyaring keluhan dan pengaduan karyawan.
  5. Cara mengadukan dan  keluhan sebagai berikut :

1)      Setiap keluhan dan pengaduan karyawan pertama tama diselesaikan dan dibicarakan dengan atasan langsung.

2)      Bila penyelesaian belum memuaskan, maka dengan persetujuan atau sepengetahuan atasan langsungnya, karywan dap[at meneruskan keluhan dan pengaduannya ke atsan yang lebih tinggi secara tertulis.

 

BAB XI

PELANGGARAN DAN SANKSI

 

Pasal 34

 

  1. Sanksi terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh pegawai dimaksud sebagai tindakan korektif dan pengarahan terhadap sikap dan tingkah laku pegawai.
  2. Sanksi didasarkan pada :
  3. Macam pelanggaran
  4. Frekuensi ( seringnya pengulangan ) pelanggaran
  5. Tata Tertib Peraturan Yayasan
  6. Unsur kesengajaan
    1. Tingkat tingakat pelanggaran :
    2. Pelanggaran tingkat I seperti, tetapi tidak terbatas pada :

1)      Tidak mengisi daftar hadir

2)      Dating terlambta tanpa lasan yang wajar

3)      Mengisis daftar hadir orang lain atau daftra hadinta diisi oleh orang lain dengan swepengatahuannya.

4)      Meninggalkan tenpat kerja atau pulang lebih awal tanpa izin dari atasannya

5)      Melakukan usaha lain di luar tugas dan tanggung jawabnya dalam jam kerja di lingkungan Yayasan

6)      Tidak menghadiri rapat rapat maupun kegiatan kegiatan lainnya di lingkungan Yayasan

7)       Tidak menggunakan pakaian seragm seperti yang telah di tentukan

  1. Pelanggaran tingkat II seperti, tetapi tidak terbatas pada :

1)      3 kali melakukan pelanggaran tingkat I

2)      Tidak mengikuti aturan pengisian daftar hadir

3)      Tidak hadir 2 (dua) hari dalam sebulan tampa member laporan atau keterangan tertulis atau member laporan yang ternyata kemudian terbukti palsu

4)      Seringkali dating terlambat, pulang lebih awal dan sering kali meninggalkan tugasnya untuk kepentingan pribadi

5)      Mempergunakan barang barang milik Yayasan untuk kepentingan pribadi, tanpa izin pinpinan Yayasan/yang berwenang

6)      Tidak mematuhi pengarahan atasan, yang mana pengarahan yang dimaksud unrtuk mencegah kecelakaan kerja dan atau demi kemajuan kepentingan Yayasan

  1. Pelanggaran tingkat III

Pengulangan atas pelanggran tingkat I atau pelanggaran tingkat II

  1. Pelanggaran tingkat IV seperti, tetapi tidak terbatas pada :

1)      Tidak hadir 3 (tiga) hari berturut turut dalam sebulanyang alasannya tidak diterimah

2)      Setelah 3 (tiga) kali berturut turut karyawan tetap  menolak untuk mentaati perintah atau penugasan yang layak dari atasannya

3)      Dengan sengaja membiarkan dirinya dalam keadaan bahaya sehingga ia tidak dapat menjalankan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya

4)      Pengulangan atasa pelanggaran tingkat III

  1. Pelanggaran tingkat V seperti, tetapi tidak terbatas pada :

1)      Pada saat diadakan penerimaan karyawan dan/atau pada saat diadakan perjanjian kerja memberikan keterangan palsu atau dipalsukan.

2)      Mabuk, madat, memakai obat biusatau narkotika dan sejenisnya di temapat kerja, maupun di luar tempat kerja

3)      Melakukan perbuatan asusila di tempat kerja maupun di luar tempat kerja.

4)      Melakukan tindakan kejahatan umpamanya : mencuri, manipulasai, menipu memperdagangkan barang terlarang, baik di tempat kerja maupun di luar lingkungan Yayasan.

5)      Berkelahi, menganiaya, menghina secara kasardan/atau mengancam Yayasan dan teman kerja.

6)      Membujuk teman sekerja atau pihak lain untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum, peraturan Yayasan atau kesusilaan.

7)      Dengan sengaja merusak, merugikan atau menjual segala hal yang merupaka milik Yayasan.

8)      Dengan sengaja membahayakan atau membiarkan diri dan/atau atasan /pimpinan Yayasan/anak didik/teman sekerja dalam keadaan bahaya.

9)      Dengan sengaja tidak menjalankan tugas dan tanggung jawabnya serta perintah atasannya yang mengakibatkan kerugian pihak Yayasan.

10)  Memborkan rahasia Yayasan atau mencemarkan nama baik atasan/pimpinan Yayasan dan keluarganya yang seharusnya di rahasiakan, kecuali untuk kepentingan Negara/Yayasan.

11)  Pemalsuan dalam bentuk apapun yang langsung dapat merugikan Yayasan.

12)  Mencari dan mendapatkan keuntungan sendiri dengan cara memamfaatkan jabatan atau jasa jasa pada Yayasan serta mengutarakan hal hal yang tidak benar.

13)  Pegawai yang mengedarkan daftar sokongan atau proposal dalam bentuk apapun dengan maksud unutk mengumpulkan uang dari pihak ketiga atau sesame pegawai Yayasan Assalaam, wali murid/para murid tanpa seijin tertulis dari ketua Yayasan, akan dikenakan sanksi surat peringatan atau sanksi yang dipertimbangkan oleh Yayasan.

14)  Menyalah gunaka wewenagn, fasilitas, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukannya.

15)  Menghilangkan dengan sengaja milik Yayasan.

16)  Pengulangan atas pelanggaran tingkat IV.

  1. Uraian sanksi sebagai berikut :

 

Pelanggara

Tingkat (PT)

Sanksi – sanksi

Jangka Waktu

Yang Berwenang

 

I

Peringatan Lisan/Tugaran

 

Pimpinan Unit/Wakil

II

Surat peringatan I

6 Bulan

Pimpinan Unit

III

Surat peringatan II

6 Bulan

Pimpinan Unit

IV

Surat peringatan III

6 Bulan

Pimpinan Pondok

V

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

 

Yayasan

 

Peringatan dan/atau sanksi tidak harus melalui tahapan uraian di atas tetapi akan disesuaikan dengan berat tidaknyapelanggaran. Dan bentuk sanksi yang dapat di berikan sesuai dengan bobot pelanggaran antara lain :

  • Dirumahkan
  • Penundaan pemberian hak
  • Penurunan jabatan/Penurunan golongan
  • Pemberhentian dengan hormat
  • Pemberhentian tidak hormat
  • Dendalganti rugi

 

BAB XII

TERPUTUSNYA HUBUNGAN KERJA

 

Pasal 35

Umum

 

  1. Yayasan berusaha sedapat-dapatnya untuk mencegah terjadi pemutusan hubungan kerja
  2. Dalam keadaan memaksa sehingga terjadinya pemutusan hubungan kerja, Yayasa akan bertindak dengan mengindahkan ketetapan-ketetapan atau peraturan-peraturan yang berlaku
  3. Pemutusan hubungan kerja antara Yayasan dan karyawan dapat diakibatkan karena hal-hal sebagai berikut :
    1. Karyawan meninggal
    2. Karyawan mengundurkan diri
    3. Karyawan tidak memenuhi syarat pada masa perciobaan
    4. Karyawan tidak mencapai prestasi standar yang ditetapkan oleh Yayasan
    5. Karyawan melakukan pelanggaran tingkat V (pasal 34 ayat 3 e )
    6. Ketidak mampuan bekerja oleh kerena kesehatan
    7. Pemberentian umum
    8. Karyawan mendaftar pekerjaan di tempat lain

Pasal 36

Pegawai Meniggal Dunia

 

Meninggalnya karyawan mengakibatkan terputsnya hubungan kerja dengan sendirinya

 

Pasal 37

Pegawai Mengundurkan Diri

 

  1. Karyawan oleh karena sesuatu hal, mengiinginkan pengundurun dirinya dapat melakukan dengan mengajukan permohonan resmi kepad Yayasan.
  2. Permohona tersebut  diajukan secara tertilis selambat-lambatnya 2 (dua) bulan sebelum pengunduran diri
  3. Yayasan tidak berkewajiban untuk memberingan pesangon atau apapun uang jasa kepada karyawan yang mengundurkan diri.

 

Namun demekian dengan mempertimbangkan pengabdian maka kepada karyawan yang telah bekerja pada Yayasan lebih dari 4 (empat) tahun dan mempunyai kondite baik akan diberikan kepadanya uang pengabdian sebesar 1 (satu) bulan upah untuk setiap kelipatan masa kerja 3 (tiga) tahun maksimun sld 4 bulan gaji, sebagai berikut :

 

3 tahun lebih, sampai 4 tahun         = 1 bulan gaji pokok

4 tahun lebih, sampai 7 tahun         = 2 bulan gaji pokok

7 tahun lebih, sampai 10 tahun       = 3 bulan gaji pokok

10 tahun lebih                                 = 4 bulan gaji pokok

 

Pasal 38

Pegawai Tidak Memenuhi Syarat Pada Masa Percobaan

 

  1. Selama masa percobaan yang lamanya 3 ( tiga bulan sejak penerimaan sebagai karyawan atau setelah masa perpanjangan selama 3 (tiga) bulan, Yayasan berhak melakukan pemutusan hubungan kerja dengan karyawan yang bersangkuta sewaktu waktu, bila dianggap tidak memenuhi syarat
  2. Pemutusan hungan kerja atas dasar hal ini tidak disertai dengan pemberian imbalan/uang jasa atau pesangon.

 

Pasal 39

Pegawai Tidak Mencapai Prtestasi Standar Yang Ditetapkan Yayasan

 

Karyawan tidak mencapai prtestasi standar yang ditetapkan Yayasan, serta sudah diberikan surat peringatan dapat dikenakan pemutusan hubungan kerja

 

 

 

 

 

Pasal 40

Pemutusan Hubungan Kerja

 

Bila karyawan dijatuhi hukuman oleh pengadilan, oleh kerena melanggar hukuman pidana, atau melalui kesalahan besar seperti tercantum pada 34 ayat 3 E, maka Yayasan dapat mengambil tindakan berupa pemutusan hubungan kerja.

 

Pasal 41

 

Masa Sakit Yang Berkepanjangan

  1. Yayasan dapat memutuskan hubungan kerja dengan karyawan yang menderita sakit terus-menerus lebih dari 12 (dua belas) bulan
  2. Pengertian masa sakit yang berkepanjangan adalah ketidak hadiran karyawan karena sakit terus-menerus atau terputus-putus dalam tenggang waktu kurang dari 4 ( empat ) minggu

 

Pasal  42

Pemberhentian Umum

 

  1. Atas prakarsa Yayasan berhubungan dengan suatu program /rasionalisasi atau perbaikan system kerja sehingga seorang karyawan dapat kehilangan jabatan, maka karyawan yang bersangkutan dapat di berhentikan dengan hormat dari Yayasan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
  2. Untuk pemberhentian ini kepada karyawan dapat di berikan pesangon/uang jasa sesuai dengan kemampuan Yayasan dengan mempertimbangkan peraturan mentri.

 

Pasal 43

Pemberhentian Karena Usia Lanjut

 

Batas umur karyawan yayasan ditetapkan 55 ( lima puluh lima ) tahun. Kecuali adanya permintaan khusus dari Yayasan bisa di perpanjang sampai usia 60 tahun.

 

Pasal 44

Pemberhentian Karena Mendaftar Kerja

 

Karyawan yang diketahui mendaftar pekerjaan di tempat lain termasuk mendaftar sebagai pegawai negeri sipil dianggap mengundurkan diri sebagai karyawan yayasan, kepadanya tidak ada keharusan yayasan memberikan pesangon ataupun uang jasa.

 

Pasal 45

Uang Pesangon

 

  1. Karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja atas prakarsa Yayasan terkecuali oleh karena alas an-alasan mendesak, akan menerima uang pesangon.
  2. Besarnya uang pesangon ditetapkan serendah-rendahnya sebagai berikut :
  3. Masa kerja sampai (kurang dari) 1 tahun                                   = 1 bulan gaji
  4. Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun          = 2 bulan gaji
  5. Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun          = 3 bulan gaji
  6. Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun          = 4 bulan gaji
  7. Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun          = 5 bulan gaji
  8. Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun          = 6 bulan gaji
  9. Masa kerja 6 tahun atau lebih                                                    = 7 bulan gaji

 

Pasal 46

Hutang-hutang Karyawan

 

  1. Sehubungan dengan pemutusan hubungan kerja antara karyawan dengan Yayasan, maka hutang-hutang karyawan kepada Yayasan dengan bukti yang sah akan diperhitungkan sekaligus dari pesangon atas nama karyawan.
  2. Bila ternyata hutangnya lebih besar dari uang pesangonnya, maka akan diambil dari sumber-sumber lainnya milik karyawan.
  3. Jika hutannya masih belum terlunasi, maka pemutusan hubungan kerja ini tidak secara otomatis membebaskan karyawan tersebut dari hutang-hutangnya kepada Yayasan.

 

BAB XIII

PENDELEGASIAN JABATAN/TUGAS

 

Pasal 47

 

Ketentuan pendelegasian jabatan/tugas pegawai, sebagai berikut :

  1. Pegawai yang tidak masuk tugas sesuai ketentuan peraturan, bukan sebab lain maka segala yang menjadi tugas/wewenang secara langsung akan didelegasikan kepada wakilnya atau didelegasikan pada bagian terkait yang diketahui oleh jabatan yang lebih tinggi.
  2. Yayasan berhak mengangkat pegawai untuk mengisi kelowongan tugas/wewenang yang ditinggal tugaskan dalam jangka waktu yang diatur lebih lanjut oleh Yayasan.
  3. Pengurus Pondok Pesantren Assalaam Manado dapat diangkat sementara untuk mengisi kelowongan tugas sampai kurun waktu, proses pengangkatan pegawai kelowongan tugas tersebut.

 

BAB XIV

KETENTUAN TAMBAHAN

 

Pasal 48

 

Pernyataan dan penyelesaian masalah pegawai :

  1. Setiap pegawai di linkungan Yayasan Assalaam Manado wajib membuat surat pernyataan kesanggupan untuk mentaati peraturan/ketentuan yang berlaku di Pondok Pesantren dan Yayasan Asslaam Manado.
  2. Masalah/perselisihan menyangkut pegawai di lingkungan Yayasan Assalaam Manado berlaku di lingkungan Yayasan Assalaam Manado.
  3. Persoalan kepegawaian di lingkungan Yayasan Assalaam Manado, penyelenggaraannya akan mempertimbangkan peraturan/undang-undang.

BAB XV

PENUTUP

 

Pasal 49

 

Ketentuan/peraturan yang ada dan bertentangan dengan peraturan pokok kepegawaian di Yayasan Assalaam Manado dinyatakan tidak berlaku lagi.

 

Pasal 50

 

Hal-hal yang belum diatur dalam peraturan ini akan dibahas kemudian oleh Yayasan.

 

Pasal 51

 

Peraturan ini berlaku sejak tanggal diundangkan, agar supaya setiap pegawai mengetahui peraturan tata tertib ini, kecuali peraturan menegenai hak cuti tahunan berlaku pada bula  Juli tahun ajaran baru.

 

 

                                                                                          Ditetapkan di    : Manado

                                                                                          Pada tanggal     :      April 2012

 

 

                                                                                          YAYASAN ASSALAAM MANADO

 

 

 

 

 

                                                                                          KH. Ahmad Junaedy, LC

                                                                                          Pengasuh

 

By Assalaam Manado

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

By Assalaam Manado